Pimpinan Parpol Dunia Kumpul di Yogya, Bahas Isu Tata Dunia Baru

share on:
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Perdana Menteri Hongaria Victor Orban saat mengikuti pertemuan || YP/Heru Trijoko

Yogyapos.com (YOGYA) -  Pimpinan Partai Politik (Parpol) dan sejumlah tokoh dari berbagai negara yang tergabung dalam forum Centrist Democrat International (CDI) berkumpul di Yogyakarta untuk mengikuti perhelatan bertajuk Executive Commitee Meeting 22-25 Januari 2020, di Hotel Hyyat Yogyakarta.

Pertemuan itu diinisiasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) selaku tuan rumah dan satu-satunya partai yang tergabung dalam organisasi yang mewadahi 151 partai berhaluan tengah dari seluruh dunia itu.

Sejumlah tokoh turut menghadiri pertemuan tersebut untuk membahas berbagai isu.Di antaranya KH. Mustofa Bisri yang akan membahas terkait Western Humanism, Christian Democrazy and Humanitarian Islam. Sedang Perdana Menteri Hongaria Victor Orban dijadwalkan menjadi panelis diskusi Eurasia Forum soal Humanisme Barat, Demokrasi Kristen dan Humanisme Islam: Aliansi Abad 21.

Selain Orban, ada Eva Sáenz-Díez dari Universitas Katolik Louvain Belgia, Nizar Baraka selaku Sekretaris Jenderal Partai Kemerdekaan Maroko, KH Yahya Cholil Staquf dari Nahdlatul Ulama, dan Franz Magnis SJ dari Universitas Driyakarya, Jakarta.

"Tokoh dan perwakilan partai di seluruh dunia yang berkumpul hari ini untuk membahas mengenai aliansi abad 21, humanisme barat, Demokrasi Kristen dan Humanisme islam," ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar di sela acara itu, Kamis (23/1/2020).

Pertemuan antara pimpinan partai politik, tokoh agama, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai budaya dan agama di dunia itu, ujar Muhaimin, juga untuk membahas peluang dan tantangan yang muncul dari bergulirnya proses pembentukan tata dunia baru. Yang kemungkinan akan menjadikan Eurasia –perpaduan Eropa dan Asia menjadi satu benua super sebagai titik-tumpunya.

Muhaimin mengatakan forum Eurasia merupakan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para pemimpin dunia untuk membentuk aliansi abad ke-21.

"Berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan dan universal yang dimiliki bersama yang mendasari tradisi agama dan budaya masing-masing," ujarnya.

Muhaimin mengatakan aliansi semacam ini dapat membantu memastikan bahwa, ketika pusat gravitasi ekonomi dunia bergeser menuju Eurasia, kompetisi geopolitik yang menyertai transisi ini dapat dinavigasi dengan lebih damai dan tidak berakhir dengan bencana.

Adapun Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf sebagai salah satu pendiri gerakan Humanitarian Islam global dan Duta PKB untuk CDI, mengatakan Forum Eurasia CDI menandai potensi perkembangan geopolitik penting.

"Banyak pemimpin global yang akan berkumpul di sini telah mulai mengartikulasikan, dan mengadopsi, elemen-elemen kunci dari agenda kemanusiaan bersama yang berakar pada nilai-nilai universal, serta prinsip spiritual dan filosofis yang diperoleh dari tradisi Yahudi-Kristen dan Islam," kata dia.

Cholil mengatakan forum Eurasia CDI akan menyediakan tempat yang unik bagi para pemimpin dunia untuk memperkuat aliansi peradaban yang baru lahir ini. (Oto)

 

 

 

 


share on: