Perpusda Bantul Fasilitasi Masyarakat Gairahkan Literasi

share on:
Salah satu kegiatan Perpusda Bantul baru-baru ini membentuk Satgas Literasi || YP/Muf

Yogyapos.com (BANTUL) - Perpustakaan menjadi salah satu institusi berperan penting agar literasi makin bergairah. Perpustakaan tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga mendorong masyarakat melek pengetahuan sehingga menjadi generasi berwawasan. Keberadaannya perlu dikembangkan sampai ke seluruh penjuru desa. Salah satu programnya dengan mendirikan pojok baca hingga lingkungan pedukuhan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupatan Bantul, Eny Laksmitowati, di ruang kerjanya, Selasa(28/05/2019).

Menurut dia, tahun ini pihaknya memfasilitasi gazebo pojok baca beserta bukunya di 16 lokasi. Pojok baca merupakan permintaan dari masyarakat. Sementara untuk menggairahkan literasi di masyarakat dengan berbagai kegiatan, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantul tahun 2019 ini juga membentuk Satgas di Kampung Literasi. Pembentukannya sudah terlaksana di lima tempat yaitu: Ringinharjo dan Sabdodadi (Bantul), Ngentak, Ngireng-ireng, dan Druwo (Sewon).

“Selanjutnya dalam rangka sosialisasi minat baca di daerah, ada pemilihan putra putri Duta Literasi Bantul yang diharapkan menjadi program efektif. Duta literasi dipilih dari kalangan siswa SMA dengan kapabilitas terkait bidang literasi,” Paparnya

Kegiatan literasi berbasis pemberdayaan juga akan dikembangkan di pojok baca guna mendukung peran perpustakaan. Bahkan kegiatan berbasis pemberdayaan diharapkan mampu membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di tingkat daerah sesuai program Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Selain pojok bacasebagai program daerah, Bantul juga merupakan salah satu kabupaten yang telah ditunjuk melaksanakan program Perpustakaan Nasional, Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, tahun 2019,” terangnya.

“Kami telah mengajukan usulan lima perpustakaan desa (perpusdes). Perpusnas menyetujuiempat diantaranya akan menerima bantuan komputer, perangkat wifi, buku serta raknya. Sedangkan yang belum terakomodir menjadi prioritas di tahun depan,” kata Eny.

Perpustakaan penerima bantuan adalah Perpustakaan Desa Bangunjiwo Kasihan, Potorono Banguntapan, Argosari Sedayu dan Mulyodadi Bambanglipuro. Perpusdes ini diharapkan dapat menjalankan program-program sesuai arahan, baik langsung dari Perpusnas maupun Perpusda Bantul. Setiap perpusdes diminta menyiapkan dua orang sebagai pengelola sarana prasarana, serta pelaksana kegiatan dan dokumentasi di perpustakaan.

Sementara itu Wisnugroho, Kasi Pembinaan Perpustakaan menyampaikan, Juni setelah libur lebaran,agenda kegiatan Perpusda Bantulsangat padat. Diantaranya ada lomba perpustakaan desa, sekolah dan komunitas, pekan literasi dengan agenda pemilihan putra putri Duta Literasi Bantul, juga bedah buku. Disamping itu, tutur Wisnu, ada pelatihan teknis pengelolaan perpustakaan bagi para pengelola perpustakaan maupun taman bacaan.

“Kami pun mengikuti program berskala nasional yaitu akreditasi perpustakaan. Bantul mengajukan tiga perpustakaan sekolah yang sudah dibina untuk diakreditasi pada bulan Juni, yakni MTsN 7 Piyungan, SD 1 Patalan Jetis dan SD Dingkikan Sedayu,” ujar Wisnu.(Muf)

 

 


share on: