Pentas Ketoprak 'Darmaning Satria' di Canden Disaksikan Ribuan Warga

share on:
Salah satu adegan pementasan ketoprak 'Darmaning Satria' yang dimainkan para Pamong Canden, Jetis, Bantul, Sabtu (26/11/2022) malam || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Ribuan warga tumplek blek menyaksikan pentas ketoprak memeriahkan Hari Jadi Bantul ke-76, di Pendapa Kalurahan Canden, Jetis, Bantul,  Sabtu (26/11/2022) malam.

Sebelum pementasan, warga dimanjakan dengan pementasan berbagai kesenian yang dimainkan oleh kalangan milenial. Diantaranya sendratari dan musik.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-ketoprak-galuh-condro-kirono-golek-konco-disambut-antusias-warga-canden-5886

“Pentas ketoprak yang mengambil lakon ceritera ‘Darmaning Satria’ ini dimainkan para pamong termasuk para dukuh. Pengrawitnya para generasi muda,” kata Lurah Canden AKBP (Purn) H Beja WTP SH MH yang juga selaku Ketua Forum Ketoprak Kabupaten Bantul (FKIB) di sela acara.

Antusiasme penonton ketoprak, tetap tertib walau berdesakan || YP-Supardi

Menurutnya, para pengrawit pada umumnya kreator karawitan, sehingga pentas ini tidak menggunakan keprak (kentongan). Peran irama musik keprak diganti dengan irama musik kendang.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-ketoprak-sinema-adeging-negari-kabupaten-bantul-segera-ditayangkan-5666

Lakon Darmaning Satriya pada intinya menceriterakan Kerajaan Metararum yang selaku raja (Adipati) yaitu Danu Satmiko. Raja ini tidak mau bekerjasama dan menolak rayuan jahat kerajaan Surya Semunar.

“Dalam hal ini berisikan dan mengambarkan bahwa Matararum adalah Mataram. Sedangkan Suryo Semunar adalah Jepang (Penjajah). Maka saat itu Mataram tidak mau menyerah kepada Jepang. Ini bermakna Darmaning Satriya (Jati diri Kesatria) membela, mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsan.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-kethoprak-riwayamu-kini-743

Kaitannya dengan itu Raja Matararum juga meresmikan Sungai Metararum yang kini disebut Selokan Mataram. Tujuannya untuk ngoncori (irigasi) lahan pertanian dan masih ada hingga saat ini,” jelasnya. 

Salah satu adegan yang mengundang gelak tawa penonton || YP-Supardi

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pwi-kecam-teror-dan-ancaman-pembunuhan-jurnalis-detikcom-2183

Dalam pementasan ini sosok Danu Satmiko diperankan oleh Beja WTP. Sedangkan patih Danu Wicoro  (Patih Matararum) diperankan oleh Aris Winarto. Diakhir cerita Suryo Semunar (Jepang) kalah perang oleh Matararum (Mataram) dan Nusantaram Merdeka.

Sementara untuk memerahkan Hari Jadi Canden ke-76 yang hari H-nya pada 26 Nopember, 2022, pada Minggu (27/11) di Lapangandan Kalurahan Canden digelar Senam dan jalan sehat oleh ribuan warga dan minum 300 porsi jamu gendong potensi Kiringan Canden. (Spd)

 


share on: