Pengunjung Parangtritis Menurun Drastis, Ritual Melasti Tetap Digelar

share on:
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Hadi Prabowo || YP/Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - 

Pandemi Corona (Covid -19) yang menyebar di berbagai kota berimbas pada dunia pawisata. Jumlah pengunjung mengalami penurunan di berbagai obyek wisata tanah air. Tak terkecuali obyek wisata Pantai Parangtritis.

"Secara umum tempat wisata di Bantul jumlah pengunjungnya berkurang. Khusus untuk Parangtritis biasanya jumlah pengunjungnya 15 .000 per hari berkurang menjadi 5.000 hingga 10.000 orang per hari. Ini adalah dampak kabar Corona yang merebak dimana-mana,”  kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Hadi Prabowo kepada yogyapos.com, Selasa (17/3/2020).

Kwintarto mengungkapkan, kondisi tempat wisata lainnnya meliputi pantai dan goa serta destinasi lain jumlah pengunjungnya juga berkurang. Angkanya relatif sama denganyang terjadi di Parangtritis. .Diantara obyek wisata tersebut adalah Goa Selarong, Pantai Goa Cemara, Pantai Baru serta distinasi yang ada di Dlingo.

"Terkait dengan upaya antisipasi mencegah Corona, sesuai dengan imbuaan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Bantul Drs H Suharsono, maka kegiatan di obyek wisata yang sifatnya melibatkan dan dihadiri massa dengan jumlah besar, disarankan dan terpaksa untuk ditunda pelaksanaannya sambil menunggu perkembangan situasi dan kondisi lebih lanjut,” katanya.

Kwintarto menambahkan, termasuk ada satu event besar yaitu Air Modelling Show yang rencananya akan digelar pada 22 Maret 2020 terpaksa ditunda sampai waktu yang belum bisa dipastian. Penundaan ini juga sesuai dengan himbauan dari Lanud Adisucjipto. Meski demikian, acara upacara ritual Melasti ke-2 untuk menyakbut Hari Besar Nyepi tetap akan dilaksanakan pada 22 Maret mendatang. Ini semua sudah didasarkan hasil komunikasi Panitia dan Dipar Bantul.

“Kami tetap antisipatif, melakukan pemantauan di sebuah obyek wisata yang ada di Bantul,” pungkasnya. (Supardi)

 


share on: