Pendapatan Obwis Parangtritis Tembus Rp 39 M Sebelum Pandemi

share on:
Rombongan anggota Komisi B DPRD Bantul sempatkan foto bersama di Pantai Parangkusumo || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Komisi B DPRD Propinsi Jawa Tengah melakukan studi banding ke Kabupaten Bantul. Diantaranya ke obyek wisata (Obwis) Pantai Parangtritis-Parangkusumo, Senin (24/5/2021). Pada kesempatan ini rombongan yang dipimpin oleh Sri Maryuni ditemui dan melakukan dialog kepariwisataan dengan Komisi B DPRD Bantul dan Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Anihayah.

“Kami melakukan kunjungan dalam rangka mencari info dan perbandingan untuk menggeliatkan kembali pariwisata yang hingga kini lesu akibat terdampak pandemi Covid-19,” kata Sri Maryuni.

Dijelaskan, kunjungan ini juga terkait dengan Propinsi Jateng telah mempunyai Perda tentang Ekonomi Kreatif. Pelaksanaannya tinggal menunggu Pergub. Maka untuk mengaplikasikan lebih lanjut diperlukan berbagai hal kepariwisataan termasuk yang terjadi di Bantul untuk bahan masukan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Anihayah, dalam paparannya menyatakan sebelum pandemi Covid-19 perolehan retribusi Parangtritis sebagai PAD Bantul mencapai sekitar Rp 39 miliar per tahun. Akibat pandemi menurun menjadi hanya sekitar Rp 16 miliar.

“Itupun selama pandemi kami juga memberlakukan protokoler kesehatan dengan ketat sesuai ketentuan kepada para wisatawan,” tutur Anihayah.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi B Bantul Wildan Nafis dan Wakil Ketua Aryunadi, mengungkapkan secara geografi Jateng dan DIY merupakan Jawa Bagian Tengah. Tentang kepariwisataan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan Jateng dan DIY. Misalnya wisatawan yang ke Jateng (Candi Borobudur) bisa pula diarahkan ke Yogyakarta dan Bantul atau sebaliknya. Itu semua merupakan potensi yang bisa memberikan keuntungan Bantul dan Jateng.

“Parangtritis merupakan wisata religi yang ditinjau secara sejarah dan budaya marupakan adanya keterkaitan erat dengan Kraton Kasultanan Ngayogjokarto Hadiningrat (Yogyakata) yang penuh bersejarah dengan Keistimewan DIY,” kata Aryunadi.

Sementarara itu Anggota Momisi B DPRD Bantul, Heru Sudibyo ketika diminta komentar, menyatakan tamu dari DPRD Jateng memilih ke Bantul tentu ada alasan yang rasional dan kuat terkait kepariwisataan. Data menunjukkan PAD Parangtritis relatif tinggi. Kiat memajukan pantai itu juga telah dilakukan oleh Pemkab.

“Pantai Parangtritis dan Parangkusumo merupakan obyek wisata andalan DIY dan Bantul. Parangkusumo merupakan obyek wisata pantai dan juga wisata religius dilihat dari kacamata  sejarah dan budaya Jawa,” kata Heru Sudibyo.

Dijelaskan, di tempat wisata religi ini juga sering ada upacara doa panyuwunan. Ini misalnya berlangsung di Cepuri, Makam Syeh Bela Belu dan Maulana Maghribi maupun yang lainnya. Selain itu juga terdapat Gumuk Pasir "Barchan" yang tidak ada di tempat wisata lainnya dan bisa untuk studi dan ilmu Pengetahuan. Disamping itu juga adanya keistimewaan DIY 

antara lain terdapat tanah di sepanjang pantai merupakan kagungan dalem Hamengku Buwono (Raja Kraton Yogyakarta). Ini merupakan tanah SG (Suotan Ground) yang boleh dikelola Pemkab dan masyarakat Bantul untuk kemaslahatan.

Yang perlu ditingkatkan adalah pengelolaan kebersihan dan penataan yang hingga kini perlu diperhatikan dan ditingkatkan.

Dari Komisi B DPRD Bantul yang juga hadir pada kesempatan ini Nur Yuni Astuti, Jumirin dan Mahmudin. (Supardi)


share on: