Pemkab Sleman Komit Ciptakan Iklim Investasi yang Kondusif

share on:
Para peserta Forum Investasi 2025 yang digelar Dispertaru Sleman, di The Alana Yogyakar ta Hotel & Convention Center, Senin (20/ 10/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dalam rangka peringatan Hari Tata Ru ang (Hantaru) 2025, Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) mengadakan Forum Investasi 2025 di The Alana Yogyakar ta Hotel & Convention Center, Senin (20/ 10/2025).

BACA JUGA: 30,9 Persen UMKM di Bantul Terkendala Mengadopsi Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabu paten Sleman dalam mencipta kan iklim investasi yang kondusif serta sejalan dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, hadir memberikan keynote speech pada acara tersebut. Forum Investasi 2025 juga menghadirkan narasumber dari Kementerian ATR/BPN, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, dan Badan Bank Tanah. Selain itu hadir pula sejumlah perwakilah perangkat daerah Pemkab Sleman, pelaku usaha dan investor dari berbagai sektor.

BACA JUGA: Perkumpulan Masyarakat Batang dan Kemendag Gelar Rakor Percepatan Ekonomi

Harda dalam pidatonya mengung kapkan bahwa tantangan penata an ruang saat ini semakin kompleks. Pertumbuhan penduduk, meningkatnya kebutuhan lahan untuk investasi, perumahan, in frastruktur bahkan perubahan iklim, semuanya saling berpengaruh dan menuntut kita untuk lebih bijak dalam mengelola ruang.

Terlebih sebagai daerah penyangga utama Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman memiliki posisi yang sangat strategis. Tugas kita bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Bupati Harda Kiswaya saat memberikan sambutan || YP-Ist

“Penataan ruang bukan semata urusan peta atau zonasi. Lebih dari itu, tata ruang adalah arah pembangunan berkeadilan, yang memastikan bahwa setiap jengkal tanah memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ucap Harda.

BACA JUGA: Pencanangan Akademi Pengusaha Muda di Bantul, Ini Penjelasannya

Disampaikan bahwa tata ruang merupakan salah satu unsur pendukung investasi. Sedangkan investasi adalah motor penggerak ekonomi daerah. Meski begitu, Harda mendorong para pemangku kebijakan untuk memastikan bahwa investasi yang hadir di Sleman adalah investasi yang berkelanjutan dan selaras dengan tata ruang. 

”Artinya, setiap kegiatan usaha harus memperhatikan kesesuaian rencana tata ruang baik dari sisi RTRW dan RDTR, menjaga lingkungan, menghormati ruang sosial masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal. Dengan begitu, kita tidak hanya membangun fisik dan infrastruktur, tetapi juga membangun kepercayaan, keteraturan dan keberlanjutan,” jelasnya.

BACA JUGA: Siti Rahma Setia Memproduksi Mainan Anak-anak

Plt Kepala Dispertaru Kabupaten Sleman, Rin Andrijani, berharap melalui kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, serta stakeholder lainnya. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyebarluaskan kebijakan pemerintah terkait penataan ruang dan arah pengembangan wilayah, membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui investasi berbasis tata ruang, serta mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan investor dalam mewujudkan pemanfaatan ruang yang berkualitas, aman, dan berdaya saing. 

BACA JUGA: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung KDMP di Cangkringan Dihadiri Danrem

“Melalui kegiatan ini, kami berharap terjalin komunikasi dan kerja sama yang lebih efektif antara pemerintah kabupaten dan dunia usaha, sehingga arah pembangunan di Kabupaten Sleman dapat berjalan selaras dengan prinsip penataan ruang berkelanjutan serta mendukung pencapaian Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045,” kata Rin. (*/Agn)


share on: