Pemkab Bantul Sambut Baik Internet Publik, Tapi Belum Ada Anggaran

share on:
 Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bantul, Ir Fenty Yusdayati MT || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bantul, Ir Fenty Yusdayati MT menyatakan, Pemkab Bantul merasa kesulitan untuk merealisasikan jaringan internet pubkik di setiap dusun ataupun desa.

Penegasan itu disampaikan Fenty menanggapi gagasan dari Anggota DPRD Bantul dari Fraksi Gerindra Petrus Lanjar Wijiyono SE agar Pemkab  menyediakan jaringan internet publik.

"Saya sepakat dengan pendapat Bapak Sekda Bantul Drs Helmi Jamharis yang intinya bahwa Pemkab Bantul sedang tidak mempunyai anggaran untuk merealisasikan pembagunan jaringan internet untuk masyarakat,” kata Fenty, di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2020).

Menurut dia, sebenarnya Pemkab Bantul sebelum ada Pendemi Covid-19 , sudah menyediakan jaringan Wifi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk di seluruh Kecamatan dan sebagian desa. Dengan cara itu, relatif sudah membantu masyarakat, karena sebagian mereka juga sudah yang memanfaatkannya.

"Namun khusus untuk menyediaan jaringan internet publik mempermudah Proses Belajar Mengajar (PMB) secara daring kepada para siswa di seluruh dusun di saat pandemi Covid-19, memerlukan anggaran yang tinggi. Sehingga diperkirakan belum bisa menyediakannya,” katanya.

Sementara itu, Sekda Bantul Helmi Jamharis, ketika dihubungi melalui sambungan ponsel mengatakan, pihaknya menyambut dan menanggapi positif terhadap ide Lanjar Wijiyono.

"Kini Pemkab Bantul sedang tidak ada aggaran untuk merealisasikan itu. Ini karena anggaran yang ada difokuskan dan dialihkan ke penanganan Pandemi Covid-19,” tukasnya.

Diakui, ide dari Lanjar bagus dan perlu direalisasikan. Namun itu juga perlu kajian yang matang dan disesuaikan dengan kondisi keuangan (anggaran) yang tersedia. 

Sehari sebelumnya, Senin (27/7/2020) di yogyapos.com, anggaota DPRD Bantul yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Petrus Lanjar Wijiyono SE mendesak kepada Pemkab Bantul untuk menyediakan jaringan internet publik untuk mempermudah PBM secara daring bagi masyarakat. Alasannya masyarakat banyak yang terbebani dalam penyediaan kuota, jaringan internet lambat dan hp mereka kurang memadai. (Supardi)

 


share on: