Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Bantul bertekad mengefektifkan penggunaan fasiltas data SDGs dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tramsmigrasi guna mengatasi permasalahan dalam pemberdayaan masyarakatnya terutama di pedesaan mencakup berbagai sektor.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kopdar-grj-2023-antonius-yuniarto-terpilih-sebagai-ketua-9532
“Kami berharap agar pembangunan di Bantul bisa lebih efektif, produktif dan praktis, maka diperlukan data yang valid dari Pemerintah Pusat,” kata Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih saat acara penandatanganan Kerja Bersama (PKB) Badan Pengembangan dan Informasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Pemerintah Kabupaten Bantul, di Ruang Kerja Bupati, Kamis (26/1/2023).
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-danrem-072pmk-terima-kunjungan-komisi-i-dpr-ri-9529
Data SDGs sangat penting dan berfungsi memudahkan Pemkab Bantul dalam mengetahui secara pasti by name-by adress dan kondisi masyarakat. Maka dalam menentukan sasaran penerima bantuan dan pemberdayaan kepada masyatakat akan lebih tepat sasaran.
Pada dasarnya Data SDGs ini bersifat rahasia. Namun dengan kerjasama kali ini Pemkab Bantul (Bupati) akan dapat mengklik data yang ada. Data ini misalnya siapa, berapa dan alamatnya mana warga Bantul yang kekurangan dan telah terpenuhi kebutuhan air bersih, rumah tidak layak huni dan berapa kekayaanya akan dapat diketahui dengan valid.
“Dengan demikian Bantul akan lebih efektif dalam menentukan sasaran untuk pemberdayaan masyarakatnya tanpa harus banyak mengadakan pertemuan menentukan sasaran pemberian bantuan dan yang lainnya, karena dilakukan berdasarkan data valid,” katanya
Sementara itu, Kepala Badan dan Pengembangan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr Ivanovich Agusta SP MSi, didampingi Kepala Badan Informasi dan Data Kementrian ini, Trusia Junida, mengungkapkan pihaknya mengharapkan adanya acara ini dapat memberikan kemajuan Bantul khususnya dan Indonesia Umumnya.
“Dengan mengeclik data SDGs menjadikan kesemuanya mudah dan tepat, maka sangat bermanfaat bagi Pemerintah Pusat hingga Kalurahan di Bantul dalam membangun desa,” kata Ivanovich.
Usai acara ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Bantul, Sri Nuryanti, menyatakan pihaknya mengharapkan adanya PKB kali ini dapat memajukan Bantul. (Spd)
