Yogyapos.com (SLEMAN) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sleman tak henti untuk melakukan penambahan infrastruktur dalam upaya meningkatkan percepatan layanan kepada konsumen dalam hal penyediaan akses air bersih.
Pada tahun 2022, PDAM Sleman mendapat dukungan infrastruktur dari Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dalam percepatan layanan di Sleman bagian timur.
PDAM yang kini berubah status menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Sembada Sleman
tengah mempersiapkan infrastruktur terkait percepatan layanan di wilayah Sleman bagian timur terutama di kawasan objek wisata (tourism) di daerah Kapanewon Prambanan dan Kapanewon Berbah.
Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata SE MM mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan infrastruktur terkait percepatan layanan di wilayah Sleman bagian timur terutama di kawasan objek wisata (tourism) di kawasan Kapanewon Prambanan dan Kapanewon Berbah.

Kantor PDAM Sleman di Jalan Parasamya Tridadi Sleman || YP-Eko Purwono
“Di Sleman timur khususnya daerah Prambanan yang menjadi daerah kawasan tourism seperti salah satunya di sekitar wisata Bukit Breksi sehingga diperlukan dukungan infrastruktur khususnya air bersih, untuk tahun 2022 ini akan kita kembangkan pelayanannya, yang di tahun 2020 sebelumnya kita fokus dalam mengatasi kekeringan,” jelas Dwi Marwata di Sleman, akhir pekan kemarin.
Lanjut dia, dalam upaya optimalisasi suplai air bersih, pihaknya mendapatkan dukungan infrastruktur instalasi produksi air bersih untuk memaksimalkan pelayanan kepada konsumen dengan penambahan fasilitas ini nantinya akan dapat menjangkau layanan air bersih untuk wilayah Kapanewon Prambanan secara menyeluruh dan sebagian wilayah Kapanewon Berbah.
“Pelaksanaan nanti kita akan dibantu oleh Pemerintah pusat melalui BBWSSO akan dibangunkan instalasi produksi dengan kapasitas 30 liter per detik untuk tahun ini, dan nanti di tahun 2023 akan dibangun lagi untuk kapasitas 20 liter per detik,” jelas dia.
Pelaksanaan proyek oleh BBWSSO, sambungnya, akan dikerjakan pada Agustus 2022 dan diharapkan pada akhir tahun 2022 fasilitas baru tersebut sudah bisa dimanfaatkan.
“Nanti bentuknya pembangunan fisik, dari PDAM nanti hanya diserahi fisik untuk dikelola, kami berharap dengan penambahan debit ini yang pertama di daerah Prambanan sudah tidak ada lagi kerawanan air dan daerah Kapanewon Prambanan bisa dikembangkan untuk lebih produktif baik untuk wisata, pembangunan industri maupun kegiatan lain yang mendukung pembangunan,” harap dia. (Opo)
