Yogyapos.com (SLEMAN) - Komunitas Pasar Kumandhang menggelar ruwatan di kaki Gunung Merapi, Lojajar Tempel Sleman, Minggu (9/2/2025).
Prosesi ruwatan dimulai pukul 13.00 WIB ini, diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal Kalimatan, Bekasi, Magelang, wilayah Daerah Istimewa Yogysaksrta. Dipimpin oleh dalang Ki Suwondo disertai pagelaran wayang kulit mengambil cerita Purwokolo.
BACA JUGA: Danrem 072/Pmk Hadiri Rapimda Kadin DIY, Begini Amanat Sultan HB X
Acara ruwatan ini juga dimeriahkan oleh Gejog Lesung Kidung Giri Budaya dari Ngemplak, Sleman.
Manajer Program Pasar Kumandhang,Tomon Haryowi Wirobo || YP-Agung DP
Ketua Komunitas Pasar Kumandhang Dr Sumaryadi MPd, dalam laporannya menyampaikan, ruwatan merupakan tradisi budaya yang sudah turun tumurun. Prosesi ruwatan dilakukan sebagai tolak bala dengan maksud orang telah diruwat lepas dari kecelakaan maupun kesialan. Secara kultural ruwatan bertujuan untuk membebaskan diri dari roh jahat dan anasir negatif.
BACA JUGA: FPB Inisiasi Deklarasi Insan Pers DIY Bersatu, Rencana Dihadiri Kapolda dan Danrem
Manajer Program Pasar Kumandhang Tomon Haryowirosobo menjelaskan, kegiatan ini untuk mengawali sesuatu yang lebih baik kedepan supaya lebih besar. Selain itu dalam rangka untuk sepaksi diri kita, untuk semua orang teman teman untuk yang lalu agar kedepan lebih baik lagi.

Prosesi peserta ruwat diserahkan Ketua Komunitas Pasar Kumandhang Sumaryadi kepada Ki Suwondo || YP-Agung DP
“Kedepan tempat ini akan dijadikan Pasar Seni Sleman, dengan ini mohon minta doa restu serta dukunnganya dari teman-teman seniman,” kata Tomon kepada yogyapos.com disela-sela mengikuti kegiatan ruwatan.
BACA JUGA: Ikatan Wartawan Online Indonesia Peringati HUT ke-7 dan HPN 2025
Tomon menyatakan dengan dijadikan pasar nanti diharapkan sebagai tempat kumpul-kumpul para seniman Sleman, serta masyarakat untuk kegiatan ekonomi dan budaya.
“Jadi nanti seperti Taman Budaya Yogya, dan setelah diresmikan nanti kita akan buatkan program harian ada kursus-kurus, minguan ada galeri dan bulanan ada kalender event seperti wayang, kethoprak dan sebagainya,” ungkapnya. (Agn)
