Pasar Kangen Bunda Resmi Dibuka di Hargobinangun

share on:
Pelaku UMKM setempat nampak antusias menjajakan produk makanannya || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) sangat mengapresiasi atas terbangunnya kolaborasi antara PT Allabun Indah Mandiri dengan BUMDes Hargobinangun melalui potensi UMKM yang dimiliki sehingga dapat digelar Pasar Kangen Bunda di kawasan wisata The Allabun di Jalan Boyong Kalurahan Hargobinangun Kapanewon Pakem.

Pasar kangen mengandeng puluhan pelaku UMKM dan kelompok-kelompok kesenian lokal dan disemarakkan dengan senam massal dan sesi parenting yang diikuti puluhan peserta.

Anggota BPPS, Wahjudi Djaja MPd mengatakan konsep ini bisa menjadi model pengembangan potensi desa dalam kerangka pariwisata. Keberadaan Pasar Kangen Bunda memberi inspirasi pentingnya memberdayakan UMKM untuk dikolaborasikan dengan beragam usaha turunan di dunia pariwisata.

“Saya mengajak Pak Lurah untuk menggerakkan beragam potensi yang dimiliki Hargobinangun dalam event Hargo Gumelar. Harus digodog betul konsepnya agar kuat narasi dan karakternya serta tidak latah,” katanya disela pembukaan Pasar Kangen Bunda, Minggu (2/10/2022).

Pembukaan Pasar Kangen Bunda di area wisata The Allabun ditandai pemukulan kentongan secara bersama || YP-Eko Purwono

Menurutnya, pemberdayaan potensi desa sesungguhnya juga bisa dimaknai sebagai upaya bersama menuju desa mandiri budaya. Ada empat pilar di dalamnya, yakni Desa Wisata, Desa Budaya, Desa Prima dan Desa Preneur.

“Dengan kerja kolaboratif, program itu bisa direalisasikan untuk memperoleh fasilitasi dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta terkait alokasi dana keistimewaan,”imbuhnya.

Lurah Hargobinangun, Amin Sardjito SH mengatakan digelarnya Pasar Kangen Bunda bertujuan mendorong rasa cinta terhadap produk kuliner tradisional yang dipunyai UMKM selain itu untuk meningkatkan kepedulian masyarakat maupun wisatawan terhadap seni dan budaya lokal yang ada di kelurahan Hargobinangun dengan dukungan fasilitas dan tempat yang dipunyai oleh The Allabun.

“Pasar kangen menampilkan bazaar makanan, minuman tradisional, aneka dolanan anak, pertunjukan kesenian tradisional, senam sehat, panggung, kreativitas, workshop. Melalui kegiatan ini, kami berharap kegiatan Pasar Kangen Bunda membuka kesempatan bagi masyarakat menikmati

kembali kuliner-kuliner serta kesenian tradisional di tengah perkembangan modernisasi,” ungkap Amin.

Sementara itu Firdauz Reza Maulana mewakili PT Allabun Indah Mandiri mengatakan Pasar Kangen Bunda rencananya akan dibuka secara rutin setiap Minggu Legi dengan melibatkan 20 stand UMKM dan melibatkan sejumlah grup kesenian tradisional, seperti jathilan.

“Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk menggandeng potensi lokal dalam menyemarakkan kepariwisataan di Sleman khususnya dan DIY secara umum,” kata Reza Maulana.

Sambungnya, munculnya kepariwisataan di jalur Kaliurang Barat ini diharapkan akan dapat mendorong pemerataan keramaian, sekaligus menjadi alternatif baru bagi wisatawan yang ingin ke Kaliurang.

“Dari awal kehadiran kami di wilayah jalur Kaliurang barat ini salah satunya bertujuan untuk menghidupkan pariwisata di kawasan barat. Sebab kita tahu, pariwisata di sekitar Kaliurang selama ini masih bertumpu di Kaliurang Timur. Kami ingin potensi yang ada di sekitar Boyong Hargobinangun juga mendapat ruang untuk berkembang lebih baik,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo menjelaskan bahwa Kaliurang tetap menjadi salah satu ikon wisata di DIY wilayah utara. Sejumlah inovasi dan kreasi yang terus digagas masyarakat diharapkan akan memperkuat dan membangkitkan potensi yang ada di sekitar Kaliurang.

“Wisatawan tentu akan terus menginginkan pengalaman yang berbeda. Tidak mungkin pariwisata koq itu-itu saja. Munculnya destinasi baru, yang sekaligus bisa mendorong aktivitas-aktivitas bersinergi dengan masyarakat sekitar, akan bagus untuk kepariwisataan,” kata Singgih.

Singgih menilai kawasan wisata Kaliurang sudah cukup banyak didominasi aktivitas wisata saat siang hari, saat malam, wisata di Sleman Utara relatif masih minim, oleh karena itu kehadiran The Allabum ini bisa menjadi alternatif untuk memperkuat daya tarik di Kaliurang.

“Selain kafe dan resto juga ada fasilitas glamping selain juga fasilitas pendukung lainnya. Saya berharap ke depan akan terus berkembang dengan aktivitas baru, yang terus bersinergi dengan potensi dan masyarakat lokal sekitar,” tuturnya.

Senada diungkapkan oleh Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, pihaknya berharap kolaborasi antara Pemerintah Kalurahan Hargobinangun melalui UMKM dan BUMDes dengan pengelolaan The Allabun dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat khusunya disektor pariwisata.(Opo)

 

 


share on: