Nino Trisni, GM Ayaartta: Tamu Cancel Semua di Bulan Maret

share on:
Aktivitas di lobi Ayaartta Hotel berlangsung normal. Insert: Roomboy mengenakan masker saat membersihkan kamar. Kesediaan hand sanitizer bagi tamu dan pegawai || YP/Fadholy 

Yogyapos.com (YOGYA) - Lini hunian seperti hotel, homestay ataupun losmen mengalami imbas yang cukup signifikan terkait merebaknya virus Covid-19. Dari report data PHRI, pada awal Maret ini rata-rata okupansi hotel di wilayah DIY hanya berada di angka 40 sampai 50 persen.

Angka ini terjadi penurunan 25 hingga 50 persen. Sementara perkiraan dampak Covid-19 terhadap kinerja bisnis hotel dan restoran bisa berlangsung hingga 4 bulan.

Ayaartta Hotel adalah salah satu pelaku wisata yang mengalami dampak situasi ini. Pada periode awal Maret masih berjalan normal. Namun memasuki minggu ketiga hingga akhir bulan, banyak tamu/grup yang melakukan cancel.

General Manager (GM) Ayaartta Hotel, Nino Trisni mengungkapkan, kasus Covid-19 (virus Corona) sangat berimbas sekali pada kinerja bisnis. Hampir mayoritas tamu/grup melakukan cancel booking.

“Semua grup di bulan Maret ini mengcancel. Edaran himbauan dari sejumlah daerah untuk mengurangi aktivitas bepergian ke luar kota, dampaknya sangat kami rasakan. Grup dari Malaysia dan Singapore juga membatalkan huniannya. Kalau estimasi angka nominal, kami mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta. Semoga di bulan April situasi bisa lebih kondusif,” kata Nino kepada Yogyapos.com Senin (16/3).

Nino melanjutkan, upaya pencegahan dan penanggulangan juga dilakukan pihak Ayaartta dengan melakukan penyemprotan disinfektan di setiap sudut hotel, pembagian masker gratis kepada tamu, thermal scanner pada tamu yang baru saja check in serta menyediakan hand sanitizer di setiap lantai. “Kami juga ready doctor on call, kerjasama dengan RS Ludira Husada. Langkah yang kami tempuh untuk pegawai juga sesuai arahan pemerintah. Semua karyawan wajib diukur suhu tubuhnya, rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan dan bagi room boy yang melakukan pembersihan kamar wajib mengenakan masker. Bagi pegawai yang kondisinya tidak fit mengalami stamina drop, kami sarankan untuk tidak masuk kerja dulu,” ungkap Nino yang juga menyediakan dua unit hand sanitizer di desk front office (bagi pegawai dan tamu). (Dol)

 

 


share on: