Naikkan Harga Jual, Setiap Karya Batik Sebaiknya Diberi Nama

share on:
Peragaan batik

Yogyapos.com (YOGYA) - Setiap karya batik yang diciptakan di masa kini sebaiknya diberi nama. Hal itu akan meningkatkan harga penjualan. Banyak konsumen di luar menginginkan batik-batik yang diciptakan ada namanya.

Demikian disampaikan Ketua Kelompok Batik Sekar Jagad, Ir RA Yuni Aningtyas MSi dalam diskusi batik di Balai Seni Condroradono, Kadipaten Kidul, Kraton Yogyakarta, Rabu (16/8/2023).

Diskusi bersama dengan komunitas batik di Yogyakarta mengambil tema: Batik Dialektika Bentuk, Warna, dan Makna. Hadir dalam diskusi batik yang dimoderatori Sigit Sugito (Pelaku Pemajuan Kebudayaan) menghadirkan pembicara Ir RA Yuni Aningtyas MSi dari Ketua Kelompok Batik Sekar Jagad, Agung Suhartono SSn (Owner Batik Wong Agung) dan Dra Kusminari (host).

Lebih lanjut Yuni Aingtyas mengatakan setiap motif batik memiliki fungsi dan filosofi sendiri-sendiri. Misalnya batik sido wirasat dipakai mempelai untuk pernikahan. Karena Sido Wirasat adalah motif batik sarat makna karena berisi nasehat orang tua dalam memasuki bahtera hidup rumah tangga. Juga motif truntum adalah perlambang cinta tak terbatas dan tak berkesudahan. Batik ini biasa dipakai orang tua saat pernikahan anaknya. Motif ini adalah simbol cinta abadi.

Para narasumber diskusi batik

“Motif sido mulyo adalah motif batik yang dipakai mempelai wanita dan pria saat menikah. Batik Grompol. Motif ini dipakai orang tua pengantin saat pernikahan. Motif ini perlambang harapan agar rezeki dan kebahagiaan akan menyatu bagi pasangan pengantin,” katanya.

Diungkapkan, motif sido asih digunakan untuk mempelai wanita saat malam pesta pernikahan dan melambangkan cinta kasih. Batik parang tepat untuk upacara yang bersifat kepemimpinan. Dahulu, motif batik parang hanya boleh digunakan oleh raja dan keluarganya. Motif batik tumpal,  Motif batik Meru digunakan pada pengantin wanita Yogyakarta. Sido mukti adalah motif yang digunakan untuk kedua mempelai agar mencapai kemakmuran.

Acara juga dimeriahkan dengan Fasion Show yang menggambarkan Batikita bisa digunakan di semua kalangan yg utama anak muda. Batikita diciptakan oleh Dra. Kusminari. (Tor)

 


share on: