SUATU musibah bukanlah penghalang untuk terus maju dan berkarya. Sesaat mundur, iya. Namun tak ada pintu tertutup bila mau berusaha. Dengan kesungguhan ada banyak kemudahan.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-lukisan-wajah-antok-abri-gambaran-sosok-ibu-hebat-9274
Watie Respati, seorang pelukis perempuan senior Yogya, beberapa waktu lalu mengalami sebuah kecelakaan. Tangan kanan, modal utamanya dalam berkarya, sakit bila digerakkan. Tak patah arang, dia mulai melukis dengan tangan kiri.

“Lukisan Saya itu ekpresif, banyak menggunakan palet yang ditekan-tekan hingga hasilnya bertekstur. Peruntukan kuas seperlunya saja, bila butuh menggoreskan warna. Kekuatan tangan kiri tak sebagus tangan kanan, mungkin karena baru belakangan ini saja digunakan untuk melukis. Sehingga bila dibandingkan, lukisan yang baru teksturnya tidak sekuat lukisan lama saat masih menggunakan tangan kanan,” tutur Watie memulai perbincangan.

Pelukis yang sempat terkenal dengan karya-karya dekoratif itu, satu tahun belakangan ini berkarya dengan tema lingkungan hidup. “Dulu banyak melukis dekoratif yang menampilkan figur, namun seiring dengan berjalannya waktu, bertambahnya usia. Saya ingin kembali ke alam. Mengkampanyekan lingkungan hidup, pentingnya melestarikan hutan, tentang penghijauan yang akan mendatangkan aneka satwa seperti burung, kupu-kupu, dan bunga-bunga yang indah,” Wati tampak berbinar ketika bercerita.

“Teman-teman seniman menilai pilihan Saya itu adalah sebuah keberanian besar. Hal itu terkait dengan nilai jual lukisan saya dulu adalah di dekoratif. Memulai sesuatu yang baru memang ada potensi resiko di angka penjualan, namun ada kepuasan batin di sana,” papar Watie selanjutnya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pameran-lukis-solusi-di-ndalem-ngaji-drawing-dibuka-alex-luthfi-7043
Salah satu karya terbarunya diberi judul Bertumbuh dalam Keharmonisan sangat menakjubkan. Pesan yang ingin disampaikan adalah tentang pentingnya harmonisasi dalam kehidupan, baik antar mausia, manusia dengan mahluk hidup lainnya, serta manusia dengan alam. Tumbuhan juga punya nyawa, karena itu perlu disayangi dan dirawat sebagaimana mestinya.

Pada penghujung 2022 Watie Respati dan 4 seniman lainnya menggelar Painting Exhibition ‘Pa pat 1’ di Kopi Macan, Bugisan Selatan, Tirtonirmolo, Bantul. Rencana penyelenggaraan pameran inilah yang mendorongnya untuk terus melukis meski menggunakan tangan kiri.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-fachry-ali-cetakan-terakhir-republika-sebuah-refleksi--9333
Bersamaan dengan ulang tahunnya pada Oktober 2023 nanti, Watie Respati juga berencana melakukan pameraan tunggal. Tak ada yang tak mungkin, selagi nyawa masih dikandung badan, jika ada kemauan pasti ada kesempatan. (Yuliantoro)
