Musda RAPI DIY ke-7 akan Dihelat di Bumi Perkemahan Babarsari

share on:
Ketua RAPI DIY, Ir H Sulaiman Suseno MM || YP-Iswara

Yogyapos.com (BANTUL) - Radio Antar Penduduk Indonesia Daerah 12, Daerah Istimewa Yogyakarta (RAPI DIY), akan selenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 pada 26 September 2021. Pemilihan tanggal ini berdasar keputusan  rapat internal Pengurus Wilayah dan Daerah RAPI DIY.

“Rencana kegiatan Musda RAPI DIY, sangat memperhatikan AD/ART demi mengedepankan demokrasi, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, mengingat masih dalam Pandemi Covid-19,” ujar Ketua RAPI DIY, Ir H Sulaiman Suseno MM, selepas memimpin rapat Pengurus Wilayah dan Daerah RAPI DIY, di Pleret Bantul, Selasa (14/9/ 2021) malam.

Suseno menambahkan, Musda kali ini akan mengusung agenda pemilihan Ketua Daerah yang baru. Proses pemilihan akan diselenggarakan dengan memberikan hak kepada ketua wilayah dari kabupaten dan kotamadya, untuk memilih ketua daerah. Sehingga pada Musda DIY akan ada 5 suara, sesuai jumlah kabupaten dan kotamadya di DIY.

RAPI merupakan organisasi yang fokus pada ranah komunikasi, sehingga dalam Musda akan dibahas juga berkenaan agenda kerja untuk masa mendatang, termasuk membina dengan berbagai pihak di luar RAPI, misal dalam penanggulangan bencana, bantuan komunikasi hari raya dan sosial kemasyarakatan.

MUSDA akan dilaksanakan di Komplek Bumi Perkemahan Tunas Wiguna, Babarsari, Sleman, dengan membatasi jumlah peserta, sekaligus desain ruangan yang berbeda dengan penyelenggaraan Musda sebelum adanya pandemi Covid-9.

Menurut Suseno, akan ada bahasan menarik di dalam Musda RAPI DIY, antara lain ujicoba sistem pancar ulang radio dengan menerapkan Inter koneksi Terkendali Digital dan Analog (ITDA). Sistem ini wujud kemajuan teknologi, melibatkan pemanfaatan teknologi digital dalam infrastruktur perangkat komunikasi. Secara konkret sistem ini akan menhubungkan seluruh anggota RAPI di Indonesia bisa berkomunikasi secara langsung, dengan 2 pilihan, yaitu analog atau digital.

”Ujicoba ITDA, merupakan terobosan RAPI DIY, karena daerah lain belum secara optimal menerapkan sistem ini. Nantinya, komunikasi radio bisa menggunakan frekuensi VHF, sekaligus dengan jaringan internet, keduanya ada titik temu. Aplikasnya, anggota RAPI di Papua bisa berkomunikasi dengan anggota lain di Pulau Jawa secara real time,” tegas Suseno, yang memang terjun langsung dalam pengembangan infrastruktur pancar ulang RAPI DIY.

Suseno berharap dalam MUSDA RAPI DIY, ujicoba ITDA mendapatkan perhatian, karena ini merupakan inovasi insan RAPI, wujud dari komitmen sebagai satu-satunya organisasi penyelenggara komunikasi antar penduduk Indonesia yang diakui Pemerintah Republik Indonesia, sejak tahun 1980. (Iswara)

 


share on: