MPLS di Bantul Tetap Berjalan Meski Kuota Siswa Baru SD dan SMP Tak Terpenuhi

share on:
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan Dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Susanto || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Meski jumlah siswa baru Sekolah Dasar, SMP Negeri dan swasta atau sederajat hasil dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Kabupaten Bantul tidak memenuhi kuota, namun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap berjalan.

"Memang faktanya jumlah lulusan Taman Kanak Kanak (TK) dan SD lebih sedikit dibandingkan kuota yang tersedia, namun sekolah tetap wajib mengadakan MPLS kecuali bagi sekolah yang sama sekali tidak mendapatkan siswa baru,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan Dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Susanto, Senin (14/7/2025).

BANTUL: Petugas Operasi Patuh Progo Siap Preemtif, Preventif dan Represif

Berdasarkan data, jumlah TK Negeri ada 7 dan yang swasta 505. Jumlah lulusanys ada 14.722 anak. Sedangkan daya tampung siswa baru SD ada 17.834 siswa baru.

Daya tampung yang tersedia untuk siswa baru SMP sebanyak 15.002. Sedangkan jumlah lulusan SD hanya 13.313. 

"Bahkan ada satu SD yang tidak memperoleh siswa baru sama sekali yaitu SDN Jati Mulyo Dlingo. Sekolah ini boleh tidak mengadakan MPLS," jelas Nugroho.

BACA JUGA: Buron 10 Bulan, Maling Spesialis Rambu dan Kerangka Baliho Diringkus

Tentang MPLS berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar Dan Mengah Nomor 10 Tahun 2025. Ini tentang pelaksanaan kegiatan masa pengenalan lingkungan satuan pendidikan ramah pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah tahun ajaran 2025/2026.

Dalam ketentuan ini intinya MPLS diadakan selama 5 hari sesuai panduan MPLS ramah. Itu dianjurkan pula untuk disosialisasikan kepada para orang tua atau wali siswa.

BACA JUGA: Dari Lombok ke Gontor, Ponpes Nurul Hakim Borong Juara

Pengertian MPLS ramah adalah kegiataan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengenakan warga, kurikulum dan lingkungan.

Kegiatan ini dirancang dengan memuliakan dan menghormati hak anak melalui pemberian pengalaman belajar yang berkesadaran bermakna dan menggembirakan untuk memperkuat karakter dan profil lulusan. (Spd)


share on: