Yogyapos.com (YOGYA) - Mitra Bukalapak sebagai pemimpin pasar online-to-offline (O2O) di Indonesia menggelar event Spesial Kumpul Juwara (SKJ) yakni rangkaian kegiatan edukatif bagi para pemilik warung dan usaha mikro.
SKJ berlangsung di Klaten pada Minggu (16/07/2023) dan DIY pada Selasa (18/07/2023). Dihadiri oleh ratusan anggota Komunitas Juwara, komunitas yang dibentuk oleh Mitra Bukalapak untuk mengumpulkan para pemilik warung, kios pulsa dan agen individual yang tersebar di seluruh Indonesia.
VP FMCG & Fresh Mitra Bukalapak, Caesario Parlindungan mengatakan pemilihan Klaten dan Yogyakarta tidak lepas dari potensi keduanya sebagai pusat kegiatan ekonomi di Jawa Tengah dan DIY.
“Wilayah-wilayah ini (Klaten dan Yogyakarta) menawarkan peluang bisnis yang besar. Namun ketatnya persaingan pasar membuat warung dan bisnis mikro perlu berupaya keras untuk memperluas jangkauan ke pelanggan, yang selanjutnya akan digelar di Bandung, Palembang dan Makassar,” kata Caesario Parlindungan kepada yogyapos.com, Kamis (20/7/2023).
Menurut dia, hal ini mendorong Mitra Bukalapak berkolaborasi dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading sebuah perusahaan terkemuka di sektor FMCG untuk mengedukasi para Mitra Bukalapak tentang strategi upselling di SKJ Klaten dan Yogyakarta.
“Dengan strategi ini, warung dan bisnis mikro lainnya dapat menarik minat lebih banyak pelanggan untuk bertransaksi dan meningkatkan penjualan,” terangnya.
Mitra Bukalapak terus berkomitmen untuk mendukung transformasi warung menjadi usaha yang lebih maju dan modern, salah satunya dengan menyediakan berbagai variasi produk FMCG dan lebih dari 42 jenis produk virtual lewat aplikasi ini.
“Kapabilitas ini memungkinkan para mitra menerapkan strategi upselling dan cross selling ke pelanggan. Di kesempatan ini, kami menggandeng salah satu mitra brand FMCG kami, Ultrajaya, untuk memberikan edukasi kepada pemilik warung terkait pemahaman tentang keunggulan produk dan cara menjual dengan lebih baik, salah satunya strategi berjualan upselling. Dengan begitu, warung tidak hanya bertransformasi secara fisik, tetapi pemiliknya dapat meningkatkan kapabilitas berbisnisnya,” sebut dia.
SKJ Klaten dan Yogyakarta berfokus pada penguatan keterampilan komunikasi pemilik warung untuk menarik pelanggan. Sepanjang sesi diskusi, mitra diajak memahami poin penting dalam strategi upselling atau memasarkan barang dalam jumlah lebih besar, termasuk produk-produk FMCG yang sedang laris di pasaran.
“Para pemilik warung juga dapat mengaplikasikan langsung edukasi yang didapatkan melalui mini workshop serta mempelajari cara mentransformasi warung mereka lewat konten-konten edukasi di aplikasi Mitra Bukalapak,” beber dia.
Salah satu pemilik warung di Kota Yogya, Sujangi (60) mengaku pendapatan meningkat berkat strategi pikat pelanggan. Saat ini dirinya menjadi lebih percaya diri untuk meningkatkan kapabilitas warungnya lewat berbagai fitur aplikasi serta penerapan strategi komunikasi terhadap pelanggan.
“Dengan Mitra Bukalapak, semakin banyak produk yang bisa ditawarkan di warung, karena aplikasinya menyediakan berbagai produk grosir dan virtual. Dulu pelanggan datang hanya untuk berbelanja, namun sekarang saya bisa meyakinkan mereka agar membeli lebih banyak barang sekaligus menawarkan layanan lain seperti isi pulsa dan kirim uang. Hal ini membuat total transaksi konsumen meningkat jauh lebih besar,” ungkap Sujangi yang membuka warung di wilayah Kraton Yogya.
Herbat Damaika Yuana salah satu Mitra Bukalapak asal Solo telah merasakan manfaat setelah bergabung sejak tahun 2018. Ketiadaan warung fisik tidak membatasi semangat kewirausahaannya.
“Setelah bermitra strategi khusus dalam menjalankan bisnis dijalankan melalui metode pengantaran barang langsung kepada pelanggan, menerapkan jatuh tempo pembayaran, hingga membangun keterlibatan pelanggan secara online, pendapatan bisnisnya hingga tiga kali lipat,” sebut dia. (Opo)
