Millenia Road Safety Festival 2019 di Malioboro Pecahkan Rekor MURI

share on:
Gunernur Sri Sultan HB X dab Kapolda DIY Irjen Ahmad Dhofiri melepas merpati menandai Deklarasi Keselamatan Berkendara | YP/Sulistyawan

Yogyapos.com (Yogya) - Puluhan ribu massa, Minggu (10/3/2019), pagi memadati Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta memeriahkan acara Millenia Road Safety Festival. Program Nasional yang dimaksudkan sebagai Kampanye Tertib Berkendara ini diisi dengan berbagai kegiatan. Di Yogyakarta, selain olah raga bersama MRSF juga dimeriahkan dengan pameran dan konser serta bagi-bagi  hadiah mulai dari sepeda motor, peralatan rumah tangga serta beberapa ekor sapi.

Acara diawali dengan pembacaan Deklarasi Keselamatan Berkendara oleh Duta Millenia Road Safety yang dilanjutkan dengan pelepasan beberapa ekor burung Merapti serta penanda tanganan kain rentang sepanjang 1,8 KM yang diawali oleh Sri Sultan HB X dan Kapolda DIY Irjen Pol Drs H Ahmad Dhofiri.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda DIY Irjen Pol Drs H Ahmad Dhofiri mengungkapkan, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia merupakan urutan ke-3 di dunia. Berdasarkan Data Dirlantas Polri pada 2010 terdapat 31 ribu korban jiwa sia-sia karena korban kecelakaan di jalan raya. Dan 60 persen dari korban tersebut berasal dari kaum muda usia produktif. 

“Kalau tidak kita cegah bersama, korban akan terus berjatuhan. Oleh karena itu, kegiatan hari ini dilaksanakan berkait dengan keselamatan berlalu lintas. Keselamatan itu berkait dengan  faktor kendaraan, faktor pengendara serta penanganan paska terajdi kecelakaan di jalan raya. “ ujar Ahmad yang disambut tepuk tangan massa.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kapolda mengingatkan  agar kaum muda selalu fokus dan waspada dalam berkendara. Selain melengkapi kendaraan dengan surat-surat yang diperlukan, cek kondisi fisik kendaraan dan tidak lupa mengenakan helm pelindung  serta mengikatkan tali-nya  agar  dapat melindungi kepala saat terjatuh. 

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap agar generasi muda benar-benar berhati-hati dalam berkendara. Dalam bekendara kaum muda tidak perlu saling adu cepat karena berkendara di perkotaan juga harus memikirkan pengguna jalan lainnya.

“Bekendara di kota itu bukan untuk balapan. Harus dipikirkan juga bahwa orang lain itu juga perlu selamat sampai rumah. Oleh karena itu, kuasailah teknologi sepeda motor dan mobil, tetapi yang lebih penting adalah berhati-hati dalam mengendarainya,“ ujar Sultan.

Sultan menegaskan bahwa salah satu hal yang  harus selalu diingat adalah mentaati rmabu-rambu lalu lintas yang ada di jalan raya, sebab rambu-rambu  lalu lintas di jalan raya , selain untuk menjaga ketertiban berlalu lintas juga  untuk menghundarkan pengendara dari kecelakaan yang mungkin akan menimpanya.


Antusiasme massa meramaikan acara yang dipandu komedian Tukul Arwana | YP/Sulistyawan

“Kalau di lampu traffic light, sudah (menyala) kuning mau (berganti) merah , bukannya pengendara  (berusaha) berhenti tetapi malah saya ben ora kena lampu merah dibanterke (dipacu kecepatannya, biar tidak terkena lampu merah - red). Padahal mestinya lampu kuning itu tanda untuk berhati-hati dan mengurangi kecepatan. Tertiblah dijalan. Sayangilah diri sendiri dan orang lain,“ pesan Sultan.

Kegiatan Millenia Safety Road Festival ini merupakan puncak dari acara serupa yang sebelumnya diselenggarakan di beberapa Kabupaten di Yogyakarta. Pada kesempatan ini Museum Rekor Indonesia (MURI) juga menganugerahkan sebuah piagam untuk Kapolda DIY selaku pemrakarasa kegiatan dalam penanda tangan di kain rentang secara bersama-sama. Tercatat ada 24530 peserta yang melakukan tanda tangan di kain sepanjang 1,8 km secara bersama-sama. Rekor  ini menumbangkan rekor sebelumnya yang pernah tercatat sebanyak 22300 tanda tangan yang ditorehkan di acara MSRF di Kota Lampung bulan Februari 2019 lalu. Rekor ini kemudian dicatat di buku induk MURI bulan Maret 2019 pada nomor 8884. 

Disamping itu acara MSRF 2019 di Yogyakarta itu semakin meriah dengan tampilnya grup musik Guyon Waton serta hadirnya artis dan pelawak ibukota seperti Baim Wong, Thukul Arwana, Cita-citata, dan Ayu Tinting yang membawakan beberapa lagu andalannya untuk menghibur wisatawan serta semua orang hadir di Kawasan tersebut. (Sulistyawan)

 

 

 

 

 


share on: