Mie Des Kreasi Bu Mantan Jadi Ikon Kuliner Pundong

share on:
Bu Mantan menunjukan Mie Des hasil kreasinya yang aaduhai || YP/Supardi

BAKMI pedes (Mie Des) yang bahan mienya terbuat dari pati ketela sudah sering dijumpai. Namun mie des yang satu ini terbilang lain, karena penggunaan tepungnya mengandung varian dari buah dan sayur. Diproduksi oleh Wiji Lestari, mie ini juga pernah dinyatakan sebagai Juara I Festival Mie Des 1999 di Parangkusumo yang dadakan oleh Dinas Pariwisata Bantul. 

"Varian yang dipergunakan dalam pembuatan mie ini adalah buah naga, lada dan wortel. Patinya ada yang diberi buah naga, lada dan wortel. Masing-masing varian ini enak dan warnanya pun menjadi lebih menarik. Kami menjualnya Rp 9.000 per porsi, alhamdulillah laris manis atau konsumennya menjadi berselera,” kata Wiji Lestari yang akrab disapa Bu Mantan,sambil menunjukan mie hasil olahannya, di warungnya Dusun Tulungagung, Sdihardono, Pundong, Bantul, Kamis (13/3/2020).

Dalam acara ekspos potensi daerah oleh Pemkab Bantul, Wiji menuturkan meski uji coba pembuatan bakmi dari tepung pati ketela jenis varian memerlukan cara tersendiri. Namun hasilnya lebih dari lumayan. Sehari minimal laku 40 porsi. Sering kali juga sehari laku 500 hingga 700 porsi yaitu saat ada pesanan untuk pesta pernikahan ataupun rapat. Ya dengan inovasi ini jadi bisa lebih menghasilkan keuntungan yang lumayan pula .

“Sebenarnya banyak orang memesan tepung varian namun terpaksa tidak kami layanan,  karena pati ini selain asli juga hanya kami gunakan sendiri untuk pembuatan mie des varian,” lanjut Wiji istri mantan Lurah Srihardono.

Ia juga menuturkan, cara memasak mie ini sama dengan mie jenis lainnya. Namun rasanya lebih khas dan mengundang selera, sehingga laku di pasaran untuk semua kalangan.

Dari berjualan Mie Des berbahan tepung varian ini, Wiji kini sudah memiliki warung cukup megah dilengkapi gazebo dan lumayan besar pendapatnya.  Ia juga sedang membangun Pendapa lagi agar menampung lebih banyak pelanggan.

Pendek kata, Mie Des ala Bu Mantan ini menjadi salah satu ikon kuliner di wilayah Bantul. Semua ini bisa terjadi berkat gairah dia melakukan uji coba atau inovasi, serta tak sungkan menerima masukan dari semua pihak termasuk Pemerintah Kecamatan Pundong. (Supadi)

 


share on: