Yogyapos.com (SLEMAN) - Meski tidak memiliki fakultas atau pun jurusan Bahasa Inggris, namun Universitas Proklamasi 45 (UP 45) Yogyakarta sangat peduli dan menganjurkan seluruh memiliki kemampuan berbahasa asing, terutama Inggris.
Itu sebabnya, UP 45 memiliki Pusat Bahasa guna memacu mahasiswa maupun dosen-dosen disana cakap berbahasa Inggris, grammer maupun conversation. Sebab bahasa Inggri sekarang dan masa akan datang menjadi kebutuhan dalam penguasaan pengetahuan di era digital.
“Kami menyadari keberhasilan mahasiswa kita di masa depan mau tidak mau membutuhkan kecakapan berbahasa asing, bukan hanya bahasa Inggris sajaf Termasuk untuk semua dosen nanti aktif di jurnal-jurnal internasional,” ujar Kepala Pusat Bahasa UP 45, Ali Audah SPd MA usai penjurian Lomba Pidato Bahasa Inggris yang digelar, di Kampus UP 45 Yo, Yogyakarta, Jalan Babarsari, Sleman, akhir pekan lalu.
Terkait hal itu, UP 45 membuat stimulus agar semua unsur akademika memiliki kemampuain berbahasa Inggris. Salah dengan mengadakan lomba pidato berbahasa Inggris, yang diprioritaskan untuk seluruh mahasiswanya. Uji coba ini ternyata cukup mengena, terbukti respon mahasiswa dalam kegiatan tersebut sangat antusias, baik sebagai peserta lomba maupun penonton aktif.
Ali Audah mengungkapkan, dalam lomba tersebut dihadirkan tim juri untuk melakukan penilaian dengan kriteria yang komprehensif menggunakan dua teknik karena berlanglasung offline dan online. Penilaian pertama lebih kepada isi naskah (konten), sejauhmana pesan dari tema yang disampaikan itu dapat diterima audien atau publik.
“Misal, karena lomba kali ini mengusung tema kepahlawanan, kita lihat sejauh mana hal itu bisa tersampaikan, yakni spirit kepahlawanan,” katanya.
Penilaian berikutnya menyangkut pilihan kosa kata, keteraturan logika dan awerness (kesadaran) berbahasa itu sendiri. Sedangkan aspek perpormance meliputi kualitas vocal (suara) jelas atau tidak artiukulasinya, serta keluwesan terkait gestur.
Performance ini penting bagi peserta lomba secara offline berhadapan langsung dengan audiens. Misal pada saat kapan tangan harus digerakkan menunjuk atau mengepal untuk memberikan tekanan (aksentuasi) pada kalimat tertentu yang hendak ditonjolkan. Demikian pula mimik (ekspresi) dijadikan penilaian oleh juri. (Met)
berikut link yotubenya:
