Mensikapi Viral Dugaan Kecurangan, Presidium JGP Unjuk Rasa di KPU DIY

share on:
Dadang Iskandar (kiri) dan rombongannya di depan gerbang kantor KPU DIY

Yogyapos.com (YOGYA) - Presidium Jogja Ganti Presiden(JGP), mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertindak profesional, ujur dan adil dalam melakukan rekapitulasi suara Pemilu 2019. Desakan ini disampaikan oleh Ketua JGP Muhammad Dadang Iskandar dalam unjuk rasa di Kantor KPU DIY, Jalan Jati, Yogyakarta, Senin (29/4/2019).

Dadang dan sejumlah anggotanya bergerak ke Kantor KPU DIY sekitar pukul 09.30. Sampai di gerbang kantor tersebut mereka melakukan orasi sembari membentangkan pamplet berisi desakan agar KPU jangan curang.

“Dugaan kecurangan-kecurangan sudah viral dan menjadi pembicaraan publik. Kami minta KPU jangan curang. Siapa pun yang melakukan kecurangan akan dipidanakan,” ujar Dadang.

Disebutkan, bentuk dugaan kecurangan yang dilakukan sistematis dan berkelanjutan seperti viral di medsos maupun media massa terjadi dimana-mana. Hal ini bisa menimbulkan kemarahan rakyat yang berakibat sapat merugikan bangsa dan negara.

 


Komisioner KPU DIY menerima pengunjuk rasa 

“Karena itu kami minta agar KPU DIY bekerja profesional, jangan sampai melakukan kecurangan,” kata Dadang yang menegaskan kali ini unjuk rasa dilakukan oleh sedikit anggotanya. Tapi sangat tida tertutup kemungkinan akan unjuk rasa lagi dengan jumlah peserta yang banyak.

Usai melakukan orasi yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian, rombongan pengunjuk rasa ditemui oleh sejumlah komisioner KPU dan jajarannya. Dari pihak KPU DIY, Zaenuri Ihsan menegaskan sejak awal telah melakukan kerja secara baik.

“Tak ada kecurangan. Proses rekapitulasi dilakukan secara berjenjang sejak dari kelurahan, kecamatan, provinsi dan seterusnya yang dilakukan terbuka dan bisa disaksikan siapa saja. Sehingga kalau ada kekeliruan bisa diperbaiki bersama,” ujar Zaenuri. (Met)


share on: