Mau Meliput Tol Jogja-Bawen? Harus Ada Izin dan Surat Penugasan Redaksi

share on:
Salah satu papan peringatan larangan yang dipasang di lokasi proyek || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Papan informasi berupa larangan mendokumentasi dan mempublikasi aktivitas proyek tanpa izin dipasang di sejumlah titik pembangunan jalan tol Jogja- Bawen-Seksi 1 atau Yogyakarta -Banyurejo.

Salah satunya dijumpai di lokasi yang nantinya bakal dibangun exit tol di wilayah Kalurahan Banyurejo dan Kalurahan Tambakrejo Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman.

Dalam papan informasi berupa spanduk dipasang dengan bambu kecil, salah satunya bertuliskan "Layanan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Paket 1 (Seksi 1), Dilarang Mendokumentasikan dan mempublikasikan aktifitas proyek tanpa izin". Namun tidak dilengkapi keterangan lebih lanjut terkait perizinan tersebut.

Humas PT Adhi Karya Proyek Jalan Tol Jogja-Bawen Paket 1 (Seksi 1) sumelang mengatakan dalam materi peliputan untuk mengetahui prestasi konstruksi perlu membawa surat penugasan dari kantor media, karena ada larangan dari Jasa Marga tentang foto, video, dan drone untuk kepentingan tertentu.

“Dijadwalkan saja Pak kalau meliput, disertakan surat permohonan meliput dalam hal apa bisa dijelaskan didalam surat permohonan, sebaiknya bikin surat permohonan saja ke Jasa Marga sebagai pemilik, gak enak nanti kalau ketahuan,” tukas Sumelang menjawab konfirmasi yogyapos.com, Sabtu (17/9/2022).

Sambungnya, saat ini tengah dilakukan pekerjaan konstruksi Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 diantaranya sedang dilakukan pekerjaan borepile atau pondasi tiang bor. “Juga terdapat pekerjaan pengecoran Box Underpass atau BUP,” katanya.

Terkait papan larangan tersebut Humas PT. Jasa Marga Jogja Bawen (PT. JJB) Banu Subekti belum memberikan tanggapan ketika yogyapos.com mencoba mengkonfirmasi.

Keterangan sebelumnya, beber Banu, bahwa PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), kelompok usaha PT Jasa Marga (persero) yang mengelola proyek pembangunan jalan tol sepanjang lebih kurang 76 kilometer itu telah memulai pekerjaan kontruksi di seksi 1 dengan progres mencapai 2,3 persen. 

Sedangkan progres pembebasan lahan pada seksi 1 hingga minggu pertama bulan September 2022 telah mencapai 81 persen. (Opo)

 

 

 


share on: