Masyarakat Diimbau Berperan Aktif Merumat Cagar Budaya

share on:
Peserta sosialisasi cagar budaya, di Aula Balai Desa Kalurahan Baturetno Kapanewon Banguntapan Bantu, Kamis (4/8/2022) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul lakukan sosialosasi tentang Tata Kelola Warisan Budaya dan Cagar Budaya, di Aula Balai Desa Kalurahan Baturetno Kapanewon Banguntapan Bantu, Kamis (4/8/2022).

“Tujuan sosialisasi ini agar masyarakat mengetahui kriteria cagar budaya, berperan aktif melestarikan dan melaporkan keberadaan warisan budaya dan cagar budaya di Bantul. Sehingga upaya pelestarian warisan dan cagar budaya oleh Pemerintah bisa berhasil dengan baik,” kata Kepala Kundha Kabudayan Kabupaten Bantul, Drs Nugroho Eko S.

Sosialisasi hadirkan narasumber Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Bantul Drs Wahyu Indrasana. Ia memaparkan potensi kekayaan budaya, parameter penilaian Desa/Kalurahan Budaya dan Desa Baturetno sebagai rintisan desa budaya tahun 2022.

Sedangkan Paneliti Ahli Madya BRIN Drs Sugeng Riyanto MM memaparkan tentang aspek kajian dalam pelestarian dan kriteria warisan budaya-cagar budaya. Narasumber terakhir Tri Hartini mengudar pelestarian warisan budaya dan cagar budaya (perlindungan, pengembangan-pemanfaatan cagar budaya sebagai warisan budaya di Kalurahan Baturetno.

Tri Hartini mengatakan, UU RI Nomor 11 tahun 2010 menyebutkan cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs dan kawasan cagar budaya di darat dan di air yang perlu dilestarikan. Dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan agama dan atau kebudayaan melalui pfoses penetapan.

Suasana sosialisasi cagar budaya || YP-Supardi

“Warisan dan cagar budaya diharapkan bisa terjaga kelestatariannya dan memberikan manfaat,” kata Tri Hartini.

Sementara itu, Sugeng Riyanto, mengungkapkan DIY merupakan wilayah dengan kekayaan budaya yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Hasil peradaban dengan keragaman dan ciri khas masing-masing desa/kalurahan dijumpai di wilayah ini.

Pada kesempatan sama,  Wahyu Indrasana mengungkapkan cagar budaya merupakan kekayaan budaya Bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku  kehidupan kanusia. Yang bisa dijadikan itu misal bangunan tempat ibadah, rumah, gedung, makam dan lainnya.

Lurah Baturetno Sarjoko, mengatakan, desa ini yang kini berstatus rintisan desa budaya siap menjadi desa budaya. Potensinya cukup bahkan masyarakatnya juga siap mendukungnya. (Spd)

 

 

 

 


share on: