Masjid Kamaluddin Perketat Protokoler Penyembelihan Hewan Kurban

share on:
Alat pemotong sapi yang digunakan panitia kurban || YP-Mufti

Yogyapos.com (BANTUL) - Masjid Kamaluddin Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul memperketat protokol pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 1441 Hijriyah. Keputusan itu diambil panitia mengingat penularan Covid-19 di wilayah Bantul masih terus melonjak. Apalagi rangkaian proses penyembelihan kurban sebelum pandemi terjadi selalu melibatkan banyak orang, baik sebagai panitia maupun relawan.

Ketua Takmir Masjid Kamaluddin, Ridwanul Musthofa MPd, Jumat (31/07/2020), berulangkali menyerukan imbauan kepada masyarakat, khususnya jamaah masjid. Mereka diminta agar selalu mematuhi protokol kesehatan ketika melaksanakan salat Idul Adha serta proses penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, pihaknya membatasi jumlah relawan yang terlibat guna mengantisipasi terjadinya penularan virus,

“Sebagai wujud kepatuhan panitia terhadap aturan protokoler di saat pandemi, kami hanya memperbolehkan panitia dan relawan yang ditunjuk masuk ke area penyembelihan,” ujar Ridwan sembari membacakan ketentuan protokol yang harus dipatuhi masyarakat.

Pembatasan mengacu Surat Edaran Kementerian Agama Nomor B-2655/Kk.12.01/1HK.03.3/06/2020 tentang Pelaksanaan Penyembelihan Hewan Kurban. Ia menuturkan, untuk menghindari terjadinya kerumunan, maka warga yang ingin menyaksikan proses penyembelihan tidak diperkenankan masuk area. Namun, mereka bisa mengikuti jalannya pelaksanaan penyembelihan secara langsung melalui channel Kamaluddin TV.

“Panitia telah menyiapkan sejumlah layar elektronik (televisi) di dalam maupun luar masjid, sisi utara dan selatan,” paparnya.

Berdasarkan pengamatan yogyapos.com, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Kamaluddin berlangsung di lokasi tertutup. Hanya panitia dan relawan yang diperbolehkan masuk area penyembelihan. Sebelum masuk, mereka diwajibkan cuci tangan memakai sabun, diukur suhu tubuhnya, kemudian diberikan tanda pengenal khusus.

Sementara, untuk memperlakukan sapi dengan lembut serta memudahkan proses penyembelihan, tahun ini panitia mempergunakan alat peroboh sapi yang dirangkai dari bahan besi. Selain sebagai satu bentuk inovasi, hal tersebut juga dimaksudkan mempercepat pelaksanaan penyembelihan, mengingat Idul Adha 1441 H jatuh pada hari Jumat. Sesuai perkiraan, proses penyembelihan, pengulitan, hingga pemotongan daging selesai pukul 11.00 WIB.

Jumlah hewan yang diterima panitia dari sahibul qurban meliputi 10 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Sedangkan hasil penimbangan menunjukkan rata-rata satu ekor sapi menghasilkan daging sebanyak 140 kilogram. Daging kurban dibagikan kepada kurang lebih 1.200 warga masyarakat di lingkungan Krapyak Wetan dan sekitarnya. (Muf)


share on: