Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagai upaya memantau kesiapan para mahasiswa dalam melaksanakan praktek Kuliah Kerja Nyata, jajaran pengelola dan pimpinan kampus UNY, melaksanakan kegiatan monitoring, evaluasi dan implementasi KKN di Dusun Krapyak IX, Desa Margo Agung Sayegan, Sleman, Sabtu (8/10/2022).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Rektor UNY Prof Dr Sumaryanto MKes AIFO ini meninjau sejumlah potensi serta melakukan evaluasi hasil kerja mahasiswa KKN yang ada di desa tersebut, sekaligus menyusun rencana pengembangan desa wisata.

Dalam program ini UNY berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan fisik dan sosial terutama dalam bidang pendidikan masyarakat. Untuk program fisik, pembangunan yang telah dilakukan antara lain adalah pengerasan jalan, pembenahan saluran irigasi serta pembenahan saluran limbah kerajinan tahu.
Rektor UNY Prof Dr Sumaryanto Mkes AIFO menjelaskan, program pembangunan Desa Margo Agung ini direncanakan pelaksanaan KKN di Desa Margo Agung ini setidaknya dilaksanakan dalam 3 gelombang mulai akhir tahun 2022 hingga akhir 2023.
Pembangunan ini selain melibatkan kampus UNY , juga akan menggandeng pihak Pemerintah Kabupaten Sleman serta sejumlah pihak lain, sehingga pelaksanaan pembangunan di desa ini bisa berlangsung lebih cepat.

“Tujuan utama dari program ini adalah membantu masyarakat agar menjadi lebih hebat terutama dalam bidang pendidikan. Tapi tidak menutup kemungkinan juga dalam bidang seni, olahraga dan ekonomi,” ujar Sumaryanto kepada wartawan disela-sela kegiatan tersebut.
Ditambahkan Sumaryanto, kedepan UNY akan bersinergi dengan sejumlah lembaga seperti Garda Peduli Anak Panti (GPAP), Tim Penggerak PKK, Darma Wanita, DPP IKA UNY serta pihak lain untuk membangun Desa Margo Agung menjadi Kampung Emas yang berpusat di Dusun Krapyak. Pembangunan ini akan melibatkan dusun-dusun lain disekitarnya sehingga secara keseluruhan potensi ekonomi masyarakat desa Margo Agung dapat lebih berkembang .
Selain itu, kegiatan KKN ini juga merupakan awal rintisan dalam menjadikan desa Margo Agung sebagai salah satu desa wisata dengan potensi utama sentra kerajinan tahu, kerajinan bambu, perikanan dan petenakan kambing .
“Industri tahu yang ada disini akan kita optimalkan, baik dalam hal produksi maupun tatacara sistem pengolahan air limbahnya, sehingga paska produksi tidak lagi menimbulkan polusi udara,” tandas Sumaryanto.
Desa Margo Agung terdiri dari 12 Padukuhan yang memiliki luas 618 Ha dengan jumlah penduduk 9.992 dan terdiri dari 2500 KK. Berdasarkan kajian potensi wilayah, UNY saat ini sedang berupaya merintis terwujudnya wisata petik buah serta sentra kuliner berbahan dasar ikan wader dan belut sawah. (*/SDs)
