Mahmudin Jaring Aspirasi dengan Kemasan Dialog Kebangsaan dan Mujahadah

share on:
Mahmudin SP dari Fraksi PKB DPRD Bantul saat menggelar reses, di Gedung TPA Attaqwa, Dusun Duku Kalurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Sabtu (17/5/2025) malam || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Banyak cara dilakukan oleh anggota dewan dalam mengisi reses alias jaring aspirasi. Salah satunya dengan menggelar ceramah dan dialog kebangsaan bersama Masyarakat.

Hal ini seperti dilakukan oleh Mahmudin SP dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Bantul dapil 2 (Kapanewom Banguntapan dan Piyungan), di Gedung TPA Attaqwa, Dusun Duku Kalurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Sabtu (17/5/2025) malam.

BACA JUGA: Aurely Ajak Konstituen Manfaatkan Dana Aspirasi Titiek Soeharto

Kegiatan reses kali ini menghadirkan nara sumber Ketua Pengurus Cabang Nadlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Bantul yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Riyanta MHum.

Acara juga diisi dengan doa berama dan mujahadah untuk kemakmuran masyarakat dipimpin oleh Wakil Ketua Syiriah PC NU Bantul, KH Muh Jamil. Nampak hadir pula Anggota Komisi C dari Fraksi PKB DPRD DIY, Dr Aslam Ridlo MAP.

Suasana kegiatan reses yang digelar Mahmudin || YP-Supardi

Mahmudin mengatakan, kegiatan reses sengaja dikemas dengan dialog kebangsaan dengan harapan agar membangkitkan dan menambah wawasan masyarakat, sekaligus memunculkan ide-ide yang inspiratif dan menyerap aspirasi.

BACA JUGA: Bupati Harda Kiswaya Teken MoU 'Sleman Plus Plus', Ini Maksudnya

Aspirasi masyarakat bisa disampaikan secara langsung maupun tertulis, yang selanjutnya akan direalisasi sesuai dengan kebutuhan atau skala prioritasnya.

"Keinginan atau aspirasi dari para hadirin dan warga baik secara kelompok dan perorangan juga dapat disampaikan tertulis kepada kami,” tukas Mahmudin.

BACA JUGA: Teguh Santoso Jaring Aspirasi, Salurkan Bantuan Sound Wireless

Sementara itu, Prof Dr Riyanta MHum, menyampaikan tentang pentingnya saling menghormati dan menghargai perbedaan, keberagaman dan keberagamaan.

"Kita harus menghormati golongan dan keyakinan orang lain. Itu sikap yang harus dijaga dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.

BACA JUGA: Bertahap, 923 Jamaah Haji Bantul akan Bertolak ke Tanah Suci

“Dikatakan, NU sejak awal hingga kini selalu berkomitmen merawat persatuan dan kesatuan bangsa,” tandasnya.

Pada kesempatan sama, Aslam Ridlo, menhampaikan pokok pikiran (Pokir) DPR DIY yang semula dilaksanakan tahun 2025 akan dilaksanakan pada tahun 2026 karena adanya ketentuan dari Pemerintah DIY. (Spd)

 


share on: