Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Sebagai upaya mendongkrak pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih dikenal oleh khalayak luas, tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengenalkan media pemasaran berbasis milenial kepada pelaku UMKM di Padukuhan Karang, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan diinisiasi oleh tim KKN UAD REG 88 Unit V.D.2 Karang ini berlangsung pada 2 Februari 2022 hingga 3 Maret 2022
Koordinator KKN UAD REG 88 Unit V.D.2 Karang, Mohammad Eko Wahyudi mengatakan pada masa pandemi Covid-19 ini pemasaran menggunakan sosial media dapat dijadikan sebagai alternatif dalam melakukan penjualan produk, seiring dengan terbatasnya ruang gerak masyarakat. Oleh karena itu masyarakat ditantang untuk menguasai media online sebagai sarana dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk mendongkrak pemasaran produk UMKM.
“Kami memberikan sosialisasi mengenai cara pemasaran produk yang berbasis media sosial. Penggunaan platform media sosial bukan hanya sebagai penggunaan pribadi tapi juga dapat menjadi penggerak baru ekonomi kreatif, seperti Facebook, Twitter, Instagram, iklan video YouTube, Internet mobile, dan Live Streaming,” jelas Eko Wahyudi, Senin (28/2/2022).
Tidak cukup di situ, lanjut dia, pada kesempatan ini dikenalkan pula sejumlah startup yang telah dikenal luas oleh masyarakat seperti Gojek, Tokopedia dan Blibli yang menjadi solusi praktis bagi banyak orang ketika ingin berbelanja, bertransportasi dan pemenuhan kebutuhan lain.
“Dengan platform tersebut, kita dapat menemukan cara cepat untuk saling berinteraksi, mengedukasi produk, hingga mempengaruhi banyak orang lewat seorang influencer,” imbuh dia.
Tim juga menggiring para pelaku UMKM agar lebih kreatif dan inovatif, dengan metode pemasaran produk melalui aplikasi tiktok. Hal ini dilatar belakangi oleh naiknya kepopuleran aplikasi yang berbasis video ini, khususnya dikalangan anak muda. Diaplikasikan pula efek suara yang tengah naik daun sehingga peluang engagement lebih tinggi.
“Kita juga memperkenalkan metode-metode untuk meraih viewers, yang mana berpeluang tinggi untuk menjadi konsumen. Cara yang paling dasar adalah membuat konten yang original, tunjukkan sisi unik dan menarik dari produk yang tidak ditemukan pada produk pesaing. Posting konten secara konsisten, dan gunakan hashtag yang tepat dan banyak digunakan oleh pengguna tiktok,” beber dia dan berharap agar UMKM di padukuhan Karang, terus maju dan berkembang serta dapat bertahan di kondisi sulit seperti pandemi ini.
Perwakilan UMKM Padukuhan Karang, Suhartini menyatakan apresiasi dan ucapan rasa terima kasih kepada tim KKN UAD REG 88 Unit V.D.2 Karang dalam mendorong peningkatan UMKM di wilayahnya. Dikatakannya sejumlah UMKM yang telah beroperasi diantaranya Rumah Coklat (Macho) yang dijalankan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Indah.
“UMKM ini memproduksi berbagai macam olahan coklat, seperti keripik pisang coklat, dodol coklat, brownis coklat, kue kering coklat, permen coklat, minuman coklat instan, dan jahe instan merah. Sedangkan kelompok UMKM lainnya, yaitu Kelompok Madu Lebah Lanceng yang diketuai oleh Bapak Sugeng Riyadi, kelompok ini menghasilkan madu lanceng murni tanpa campuran, melalui KKN UAD ini kita terbantu dalam hal pemasaran,” jelas Suhartini yang juga sebagai Ketua KWT Melati Indah. (*/Opo)
