Mahasiswa Baru UWM Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

share on:
Rektor UWM Yogyakarta Prof Edy Suandi Hamid saat membuka Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke-39 Universitas Widya Mataram, Kamis (7/10) siang || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Memayu Hayuning Widya Mataram tidak hanya berhenti pada pembangunan secara fisik namun juga nonfisik. Sebagai kampus berbasis budaya Universitas Widya Mataram (UWM) mengemban amanah yang luhur yaitu membentuk jati diri bangsa yang bernilai budaya. Sehingga UWM diharapkan mampu menghasilkan calon pemimpin bangsa yang memiliki watak dan karakter ksatria, menghayati dan melaksanakan nilai-nilai moral sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh.

Demikian disampakan Rektor UWM Yogyakarta, Prof Edy Suandi Hamid saat membuka Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke-39 Universitas Widya Mataram, Kamis (7/10) siang.

Edy Suandi Hamid menambahkan selain pembangunan kampus baru, UWM juga terus berbenah meningkatkan SDM dosen dengan lulusnya 3 doktor baru dari Fakultas Hukum, terbitnya SK Akreditasi Program Studi Ilmu Komunikasi dan Bisnis Kewirausahaan, lolosnya Program Studi Arsitektur dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PPKM), serta turunnya rekomendasi pembukaan Program Pasca Sarjana Magister Hukum UWM dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY. Upaya dan capaian tersebut sebagai bagian dari pembenahan untuk peningkatan layanan akademik dan nonakademik di lingkungan sivitas akademika UWM.

“Alhamdulillah, hari ini berlangsung upacara dies natalis ke-39, yang tahun ini ditandai dengan beberapa kemajuan akademik dan non akademik, saat  ini SDM UWM sudah memiliki  18 orang doktor, dan 13 sedang Studi S3. Memperoleh hibah PPKM senilai Rp 760 juta. Dan di tengah banyak penurunan mhs baru di PTS, jumlah mahasiswa baru UWM naik 23%, dan absolut sudah melampaui mahasiswa baru sebelum pandemi covid 19. Di tengah pandemi Covid-19, UWM terus berupaya untuk tetap menjaga dan mewujudkan inovasi proses pembelajaran diantaranya pembukaan program studi S-2 Ilmu Hukum yang saat ini sudah masuk Silemkerma. Secara akademik UWM melakukan penataan kembali sistem akademik berbasis MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka),” jelas Prof Edy dalam laporannya.

Pada kesempatan yang sama Kepala LLDIKTI Wilayah V Bhimo Widyo Andoko, SH MH memberikan apresiasi atas capaian UWM selama 39 tahun dalam memberikan layanan akademik dan nonakademik kepada masyarakat. Ia menyoroti pentingnya pengembangan inovasi berbasis teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan juga diperlukan sebagai bentuk peningkatan kualitas mutu sehingga sumber daya manusia perlu untuk ditingkatkan kualitasnya dengan kegiatan berbasis peningkatan skill sivitas akademika serta teknologi modern.

“Dalam implementasinya, nilai karakter Hamemayu Hayuning tidak dapat dilakukan secara instan, akan tetapi harus dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan dengan kebutuhan atau kondisi. Seperti kondisi saat ini, di tengah perubahan secara global, terutama dalam masa pandemi COVID-19 banyak mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kebersamaan, mempererat kerjasama, dan meningkatkan semangat serta etos kerja,” kata Bhimo Widyo Andoko dalam sambutannya. (*/Met)

 


share on: