Love, Loyalty & Dedication, Romantika Perjalanan Cinta Philip Iswandono di Dunia Wastra

share on:
Fashion show karya Philip Iswandono, di Candhari Heaven, Kapanewon Prambanan, Sleman, Sabtu (25/6/2022) || YP-Sulistyawan DS

Yogyapos.com (SLEMAN) - Merayakan 15 tahun berkarya di dunia rancang busana, designer Philip Iswardono, menggelar Pagelaran Busana Tunggal bertajuk Love, Loyalti Dedication, di Candhari Heaven, Kapanewon Prambanan, Sleman, Sabtu (25/6/2022).

Perayaan yang digelar dengan konsep outdoor ini terasa sangat istimewa karena para tamu undangan disiguhkan sebuah Pagelaran Fashion Show  pada sebuah catwalk yang berlatar belakang Candi Prambanan.  Selain merayakan perjalanan karyanya, dalam kesempatan ini Phillip juga akan meluncurkan buku karya perdananya yang berjudul “Larik,Lurik  Menuju Wastra Setara” yang mengisahkan perjalanan Phillip sebagai seorang fashion designer.

Philip Iswandono bersama peragawati yang telah memperagakan busana karyanya || YP-Sulistyawan Ds

Selain sejumlah pesohor dan pejabat publik, dalam perayaan ini juga dihadiri oleh para seniman dan pecinta busana seperti GBRAA Paku Alam, artis Dony Damara, National Chairman IndonesianFashion Chamber Ali Charisma serta beberapa tokoh lainnya.

Designer Senior Afif Syakur berpandangan, sosok Philips Iswardono merupakan perancang busana yang kreatif. Bukan hanya sekadar ready to wear, tetapi karya Philip Iswardono selalu mengikuti tren terkini. Meski tetap pada pola etnik, tetapi Philip mampu menggali sisi-sisi menarik dari wastra yang dirancangnya.

“Kekuatan wastra Indonesia itu adalah pada pola-pola etnik yang sangat bervariasi. Kekuatan ini yang harusnya di eksplorasi lebih dalam lagi dan selama ini Philip telah melakukannya selama 15 tahun perjalanan berkarirnya,” ujar Afif.

Sementara itu, National General Secretary Indonesian Fashion Chamber Lia Mustafa menyampaikan, sosok Philip merupakan sosok yang gigih dalam berkarya. Peluncuran buku yang ditulisnya ini merupakan bukti kecintaannya terhadap dunia sastra. Keberaniannya mengangkat kain Lurik disamping sarung yang selama ini telah menjadi salah satu ciri khasnya merupakan bentuk eksplorasi seorang Philip Iswardono yang setia menjalani proses kreatif.

“Tidak banyak perancang busana yang mengangkat lurik dalam rancangan karya busana dan Philip berani melakukannya. Ini tentu patut mendapatkan apresiasi, karena ini membuktikan bahwa dalam berkarya Philip juga berpikir nantinya akan banyak orang yang menggunakannya,” tandas Lia.

Dalam show pagelaran tunggal ini Phillip  menampilkan 72 busana yang akan terbagi menjadi 2 sequence. Pada Sequence  Pertama, yang berthema Indonesian Culture, Philip menampilkan rancangan busana siap pakai eksplorasi kain-kain wastra Indonesia: lurik, tenun ikat, batik, dll. Kemudian dalam Sequence 2 yang berthema  Two World United, Philip sangat menonjolkan busana out of the box, yakni koleksi yang menggambarkan warna-warna favorit Wim. Berbicara mengenai Wim hanya ada dua kata: orange dan pink. (Sulistyawan Ds)

 

 


share on: