Lokasi untuk Memenggal Kepala Pengkhianat itu Kini Jadi Destinasi Wisata Populer

share on:
Suwijo selaku Ketua II Pengelola Wisata Watu Jagal || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Destinasi wisata Watu Jagal yang terletak di Padukuhan Plataran, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel ternyata menyimpan sejuta misteri dan histori. Banyak kisah sejarah terungkap di lokasi ini.

Suasana sejuk dan penuh pesona, diantara pepohonan serta pemandangan alam tepi Kali Progo dan Kali Krasak menambah betah berlama-lama untuk menikmatinya.

Letaknya juga cukup unik, di sisi barat merupakan wilayah Kabupaten Kulon Progo, ke arah utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Magelang Jawa Tengah, sementara di sisi selatan berbatasa dengan wilayah Kapanewon Minggir Kabupaten Sleman.

Suwijo selaku Ketua II Pengelola Wisata Watu Jagal menceritakan, dinamai ‘Watu Jagal’ bermula dari kisah sejarah yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, sebagian dari orang-orang penghianat bangsa Indonesia diletakkan diatas batu kemudian dipenggal lehernya.

“Jadi ini adalah Watu Jagal, kira-kira sebelum kemerdakaan RI atau pada jaman penjajahan Belanda. Batu ini dipakai untuk menjagal atau memenggal orang-orang Indonesia yang ditangkap oleh pejuang karena mereka berkhianat kepada bangsa sendiri,” tutur Suwijo didampingi Suyoto selaku Bidang Teknis Pengembangan Wisata, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, melalui penelusuran sejarah dan didukung sejumlah keterangan maupun informasi dari tokoh masyarakat yang menyaksikan langsung saat kejadian kala itu maka lokasi ini dinamai Watu Jagal.

“Banyak orang tua kita yang menyaksikan secara langsung tentang peristiwa ini, diceritain oleh simbah dan bapak kita bahwa di sini tempat menjagal makanya kita jadikan semacam monumen sejarah untuk mengenang sejarah betapa kejamnya penghianat saat itu, kita namakan Watu Jagal,” ungkapnya.

Selain ikon Watu Jagal, imbuh dia di lokasi ini juga tersimpan goa-goa alam yang penuh legenda, diantaranya terdapat Goa Kasembadan, Goa Jurang Dalem serta Air Terjun Cempaka Putih.

“Fasilitas pendukung yang tersedia antara lain Musola, kolam renang anak, gazebo-gazebo, pendopo, embung Sri Rezeki, pusat kuliner dengan sajian masakan tradisional, sepeda air dan tempat parkir yang cukup luas,” imbuhnya.

Kini pihaknya tengah melakukan penyempurnaan dan pembenahan pada sejumlah sarana dan prasarana dengan maksud untuk memanjakan pengunjung. Dengan sajian dan layanan terbaik pihaknya berharap destinasi wisata ini makin dicintai para pelancong.

“Kami mulai mengerjakan dari bulan Agustus 2020 sampai dengan Mei 2021. Kami masih menunggu keputusan dari Pemerintah untuk pembukaan secara resmi. Lokasi ini dibuka setiap hari, sementara ini pengunjung tidak dipungut tiket masuk, khusus hari sabtu dan minggu itu ada petugas parkir dengan tarif untuk motor Rp 5 ribu dan taruf untuk mobil Rp 10 ribu,” pungkasnya.  (Opo)

 


share on: