Lagi, UNY Kukuhkan 5 Guru Besar

share on:
Prosesi pengukuhan Guru Besar UNY, Sabtu (14/5/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengukuhkan gelar guru besar bagi lima orang dosen. Prosesi pengukuhan  dilaksanakan secara hybrid pada Sabtu (14/5) dari Performance Hall Fakultas Bahasa dan Seni dengan protokol kesehatan ketat serta aplikasi zoom. 

Para dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar tersebut adalah  Prof Dr. Mumpuniarti MPd sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Hambatan Intelektual Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof Dr Muhammad Nur Wangid MSi, sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Psikologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof Dr Roswita Lumban Tobing MHum, sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Linguistik Bahasa Prancis pada Fakultas Bahasa dan Seni, Prof Dr Sri Winarni MPd sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kurikulum Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu Keolahragaan, dan Prof Dr Panggung Sutopo MS sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan.

Prosesi pengukuhan Guru besar dilaksana dengan pengalungan samir  guru besar oleh Rektor UNY Prof Dr Sumaryanto MKes AIFO  yang dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat olehg para hadirin dan undangan yang hadir.  Dengan pengukuhan para guru besar ini UNY telah memiliki 193 orang profesor.

Dalam sambutannya, Rektor UNY Prof Sumaryanto mengatakan upacara pengukuhan Guru Besar ini merupakan salah satu tradisi untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para dosen yang telah berjuang untuk mendapatkan jabatan akademik tertinggi. Selain itu, upacara pengukuhan ini juga merupakan wadah akademis bagi para guru besar untuk mengemukakan ide, gagasan, dan informasi terkini yang terkait dengan bidang keilmuan/keahlian yang dimiliki.

“UNY saat ini terus berkomitmen mendorong para dosen untuk mengembangkan diri melalui kenaikan jabatan dan pangkat ke Guru Besar dan Lektor Kepala,” kata Sumaryanto. 

Saat ini, lanjut Sumaryanto, berbagai program tengah dilaksanakan seperti Pendampingan Percepatan Guru Besar, Percepatan Studi S3, dan Percepatan kenaikan Jabatan Lektor Kepala dari Asisten Ahli dan Lektor. Selain itu, UNY juga memberikan pendanaan berbagai kegiatan tri dharma untuk mengakselerasi kenaikan jabatan dan pangkat, seperti Penelitian dan PPM Percepatan Guru Besar. Hal ini dilakukan sebagai upaya kesiapan UNY dalam peralihan status menjadi Perguruan Tinggi  Negeri Badan Hukum yang prosesnya sedang menunggu tanda tangan Presiden RI. 

Sementara itu, dalam pidato pengukuhan guru besarnya, Prof Dr Sri Winarni MPd.

mengungkapkan, beberapa tahun ke belakang, kita menemukan berbagai kasus terkait kesenjangan antara desain kurikulum dan praktiknya. Implementasian kurikulum Penjas belum memuaskan semua pihak karena kesenjangan antara desain dan praktik implementasi kurikulum, kadang implementasi di lapangan jauh melenceng dari apa yang digariskan dalam desain kurikulum. 

Namun terjadi kegagapan pelaksana kurikulum dalam mengimlementasikannya . Hal tersebut disinyalir kurangnya pengetahuan dalam pengembangan kurikulum. Berdasarkan penelitian Damrah, Pitnawati, Fahrur Rozi, Erianti, Yuni Astuti (2020) ditemukan bahwa kinerja guru di bidang kemampuan pedagogi, kemampuan profesiona,l dan kemampuan sosial masih dalam taraf yang kurang baik dan diperlukan perhatian khusus untuk dapat memiliki tugas yang lebih baik dan profesional lagi dalam melayani peserta didik dan masyarakat.

Untuk itu, pihaknya merekomendasikan  agar dilakukan Evaluasi kurikulum dan pembelajaran. Guru harus menyadari akan fungsinya dalam budaya evaluatif yang harus mereka pelihara,agar efektif, guru harus menilai efektivitas kurikulum dan penyampaiannya.

Disamping itu, Budaya sekolah  seharusnya tidak hanya  menumbuhkan kreativitas dalam menciptakan kurikulum, tetapi juga kreativitas dalam mengevaluasi kurikulum dan strategi pembelajaran yang dianut, sehingga g uru harus merangkul model pengajaran kolaboratif. (*/Sulistyawan Ds)

 


share on: