Yogyapos.com (BANTUL) - Komisi C DPRD DIY melakukan peninjauan pembagunan Jembatan Pandansimo Sungai Progo yang menghubungkan Srandakan Kabupaten Bantul dengan Brosot Kabupaten Kulonprogo, Senin (30/6/2025).
Mereka terdiri antara lain Nur Subiantoro SIKom (Ketua), Dr Aslam Ridlo (Anggota), Katir Triatmojo (Anggota) dan Suwardi (Anggota). "Jembatan ini panjang, lebar dan bagus. Bisa diharapkan menjadi salah satu ikon DIY,” ungkap Nur Subiantoro disela peninjauan.
BACA JUGA: Kapanewon Turi Segera Miliki Gedung Baru, Rencana Konstruksi Agustus
Sementara itu, Dr Aslam Ridlo mengungkapkan, jembatan Pandansimo sangat berguna untuk memajukan berbagai sektor diantaranya transfortasi, wisata dan perdagangan.
Jembatan Pandansimo dalam suasana sepi || YP-Supardi
"Pada waktunya nanti jika sudah diresmikan atau mulai dioperasikan, maka diharapkan juga diupayakan adanya keselamatan bagi masyarakat dari bahaya arus kendaraan yang lewat,” tandasnya.
BACA JUGA: Lima Tokoh Agama di Bantul Berdoa Polri Dapat Lebih Baik Jalankan Tugas
Aslam meyakini, nantinya di jembatan ini akan banyak wisatawan atau masyarakat yang berwisata menikkati keindahan alam sekitar. Diharapkan mereka juga merasa ikut memiliki (handarbeni) sehingga ikut pula menjaganya dari kerusakan.
Diharapkan jadi ikon DIY || YP-Ist
Salah seorang koordinator lapangan pembangunan jembatan Pandansimo, Yahya E, menerangkan nilai kontrak jembatan tersebut sebesar Rp 81, 864 miliar.
BACA JUGA: Obwis Wonosobo Favorit Kalangan Anak Muda, Begini Pejelasan Pemkab
"Lebarnya 24 meter. Panjang atau volume pebangunannya 2.300 meter. Tanggal kontraknya 17 Nopember 2024 dan masa pengerjaan 574 hari,” kata Yahya. (Spd)
