Koperasi Tani Makmur Gelar Operasi Pasar

share on:
Suasana operasi pasar khusus gula pasir yang dihgelar Koperasi Tani Makmud di Kasihan, Bantul, Senin (18/5/2020) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sebagai bentuk kepedulian atas kondisi perekonomian saat ini sekaligus pengendalian serta menstabilkan harga gula pasir di pasaran, Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Makmur Kasihan Kabupaten Bantul kembali menggelar operasi pasar (OP). OP gula pasir sebanyak 4 ton ini kerjasama dengan Bulog DIY, di sejumlah tempat di Kasihan, selama empat hari sejak Senin (18/5/2020) hingga Kamis (21/5/2020).

"Kami berharap dengan diadakannya OP ini bisa meringankan beban  masyarakat miskin dan sekaligus menekan serta menstabilkan harga gula pasir,” kata Ketua KUD Tani Makmur Kasihan, Bibit Rustamto, saat membuka OP, di koperasi ini, Senin (18/5/2020).

Menurutnya, pada hari pertama Senin (18/5/2020) jumlah gula yang dipasarkan sebanyak 1 ton, bertempat di DesaTirtonirmolo. Pada hari kedua sebanyak1 ton di Ngestiharjo.  Sedangkan pada hari ketiga Rabu (20/5/2020) sebanyak 1 ton di Tamantirto. Hari ke empat Kamis (21/5/2020) juga dipasarkan 1 ton bertempat di Desa Bangunjiwo. Sehingga jumlah total gula yang dipasarkan sebanyak 4 ton.

"Kini semua sumberdaya harus bahu membahu untuk berperan secara nyata dan rial  menyelesaikan masalah yang dihadapi yaitu perekonimian yang berat,” jelas Rusamto yang juga  anggota DPRD Bantul dari Partai Nasdem .

Rusamto menyatakan seharusnya dengan kondisi sulit saat ini diperlukan peran dari semua pihak untuk mengatasinya. Selain itu dengan adanya masalah kesulitan, jangan sampai terjadi saling tuding mencari kesalahan pihak lain. Koperasi di Bantul juga harus berperan. "Koperasi harus berani mengambil peran, untuk itu kami KUD Tani Makmur untuk menyelenggarakan OP gula pasir untuk peduli dan lebih perperan kepada masyarakat dan anggotanya.

Sementara itu, Dwi Winarti (33) dan Juwasno (47), keduanya pembeli gula pasir menyatakan, pada kali ini setiap KK meski dijatah membeli 4 kg dengan harga Rp 12.500 per kg.

"Ya ini lumayan dan menolong, karena harganya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Padahal di pasaran, saat ini harga gula pasir Rp 17.000 hingga Rp18.000 per kg,” ungkap Dwi Winarti.

Dalam OP kali ini diterapkan protokoler terkait dengan pencegahan dan pemberantasan Covid -19 yaitu jaga jarak, mengenakan masker dan cuci tangan. (Supardi)

 


share on: