Komunitas Sahabat Canthing yang Kian Penting

share on:
Anak-anak binaan Komunitas Sahabat Canthing antusias mengikuti pelatihan membatik || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Kehadiran Komunitas Sahabat Canthing terasa penting. Kiprahnya dalam membangkitkan gairah kreatif di tengah masyarakat sangatlah bermanfaat, apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Berdiri pada 2018, komunitas pendampingan kreatif yang semula konsen kepada anak-anak ini mulai melebar. Karena kegiatan yang dilakukannya ternyata diminati oleh masyarakat beragam jenjang, anak-anak, remaja hingga orang tua.

Seperti halnya saal menggeber kegiatan membatik pada 5-18 November 2020 di kawasan Pantai Parangkusumo. Pesertanya bukan saja anak-anak, tetapi juga ibu-ibu PKK Dusun Mancingan, Parangtritis, Kretek, Bantul.

“Total peserta 40, masing-masing terdiri 20 anak-anak dan 20 ibu-ibu,” ujar Koordinator Komunitas Sahabat Canthing, Yasinta Leila, Kamis (19/11/2020).

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali teknik dasar membatik, hingga membuat batik tulis, cap dan kombinasi. Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan hingga tuntas. Bahkan sebagian besar peserta yang memang merupakan pelaku wisata --para penjual kerajinan, warung makan dan penginapan-- maka mereka pun langsung memasarkan hasil pelatihannya untuk dijual kepada wisatawan.

Supartilah (46) misalnya, mengaku bersemangat mengikuti pelatihan membatik. Walau sudah bertahun-tahun berjualan di kawasan wisata pantai selatan itu, tapi ia mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan membatik. Dan berbekal pengalaman kreatif inilah ia bertekad akan meneruskannya membuat kerajinan batik, kemudian akan dijual di warung miliknya.

Melihat fenomena sambutan peserta yang antuasias, Yasinta menyatakan bersyukur bahwa kegiatan yang diinisiasi bersama kawan-kawannya cukup memberikan modal kreatif bagi masyarakat. Sehingga kegiatan seperti ini akan diagendakan lagi di tempat yang sama.

Alhasil, Komunitas Sahabat Canthing kini kian lekat di hati masyarakat karena kiprahnya memang sangat-sangat bermanfaat. Kegiatan yang sama sebelumnya juga pernah dilakukan di Gunung Kidul, Sleman, Kota Yogya, Boyolali dan Magelang. Bahkan setelah mendapat pendampingan, Desa Petir di Gunung Kidul dan Terban di Kota Yogya kini menjadi desa dan kampung batik. (*/Met)

 

  

 

 


share on: