Komjen Agus Andrianto: Lakukan Saja Kebaikan untuk Masyarakat

share on:
Komjen Pol Agus Andrianto || YP-Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) - Meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memerlukan perjuangan berat dari segenap personel di berbagai bidang tugas. Jika personelnya sedikit saja berbuat salah, maka kepercayaan terhadap Polri bisa langsung merosot. Kondisi seperti itu hendaknya menjadi perhatian segenap jajaran Polri. Mulai yang bertugas di Mabes, Divisi, Direktorat, Satuan Kerja Wilayah Provinsi, Kota, Kabupaten, bahkan pelosok nusantara, semisal di jajaran Bhayangkara Pembina Desa.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan hal tersebut dalam sebuah refleksi pasang surut kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, menjelang Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020 mendatang. Ia mengingatkan, terutama pada jajaran Baharkam Polri agar senantiasa berbuat baik serta melakukan tugas dengan benar tanpa ambil pusing atas penilaian masyarakat.

“Polisi dibenci masyarakat itu hal biasa. Kita berbuat baik saja belum tentu masyarakat menerima, apalagi bila kita tidak berbuat baik. Tapi percayalah, kebaikan itu datangnya dari Yang Maha Kuasa. Jadi lakukan saja kebaikan untuk masyarakat,” ujar Komjen Agus kepada media di Mabes Polri Jakarta, Sabtu (27/06/2020).

Alumni Akabri Kepolisian tahun 1989 itu menegaskan, tugas Polri bukan semata-mata penegakan hukum. Ia mencontohkan, badan yang dipimpinnya memiliki tugas utama menyangkut pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

“Seringkali polisi hanya diidentifikasi sebagai penegak hukum. Kerjanya menangkap orang yang diduga melakukan pelanggaran,” tutur Komjen Agus.

Ia memaparkan, secara struktur Baharkam Polri menaungi tiga korps di bawahnya, yakni Korps Pembinaan Masyarakat (Korbinmas) yang bertugas menangani faktor-faktor penyebab gangguan kamtibmas (preemtif). Kemudian Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara), bertanggung jawab atas pencegahan gangguan kamtibmas (preventif), seperti melakukan pengamanan, pengawalan, dan patroli.

Sementara, Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) mempunyai tugas membantu operasional Polri terkait harkamtibmas di wilayah pesisir. Tak hanya itu, korps ini juga mengawal penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi sepanjang 12 mil wilayah laut Indonesia diukur dari garis pantai.

“Baharkam Polri memiliki tugas sangat kompleks: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Boleh dibilang Baharkam Polri sebagai miniaturnya Polri. Yang tidak tertangani oleh tugas Baharkam akhirnya berpotensi menjadi gangguan kamtibmas,” kata Jenderal Polisi bintang tiga ini.

Contoh lain bahwa tugas Polri tak sebatas penegakan hukum adalah Operasi Kepolisian Terpusat Kontinjensi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19 Tahun 2020 (Opspus Aman Nusa II 2020). Sebuah operasi kepolisian dengan tujuan membantu kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurut Agus, Polri memiliki beberapa operasi kontinjensi. Aman Nusa I tentang keamanan nasional (teroris), Aman Nusa II tentang bencana alam dan nonalam (Covid-19), dan Aman Nusa III terkait kegiatan dinamis dari pemerintah.

"Covid-19 ini adalah pelajaran baru dalam kegiatan di semua kementerian dan lembaga, sehingga seluruh instansi secara masif bergandengan tangan memutus mata rantai penyebarannya,” jelas Komjen Agus.

Reserse merupakan sebagian kecil dari tugas Polri. Fokus lainnya adalah bagaimana Polri bisa memberikan kontribusi guna mendorong kesejahteraan masyarakat. Ia berpesan kepada jajaran Baharkam Polri di seluruh Indonesia dan Kepolisian pada umumnya agar terus menebar kebaikan bagi masyarakat. Nama Polri dengan sendirinya akan harum di mata masyarakat.

“Karena itu, cintailah profesi dan jangan suka mempersulit orang lain. Gunakan kekuatan yang dipinjamkan Allah Swt untuk membantu yang lemah,” tutup Komjen Agus Andrianto. (*/Muf)


share on: