Komisi B DPRD Bantul Studi Banding Perda Pasar

share on:
Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Komisi B DPRD Kabupaten Bantul melakukan kunjungan kerja dalam rangka studi banding mengkaji dan mendalami tentang Peraturan Daerah (Perda) tentang pasar di Kabupaten Madiun Jawa Timur, Senin-Rabu (27-29/7/2020). Perda pasar di Madiun akan dokomparasikan dengan Perda yang sama di Bantul.

"Kunjungan kerja kami kali ini untuk mengkaji Perda Pasar. DPRD Bantul ada Pansus tentang pembuatan Perda serupa. Maka hasil kajian ini akan dibandingkan untuk kemungkina bisa diterapkan di  Bantul,” kata Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis kepada yogyapos.com, usai kunker, Kamis (30/7/2020).

Wildan mengatakan, pada intinya dalam Perda Pasar di Kabupaten Madiun disebutkan jarak keberadaan pasar tradisional dengan toko modern termasuk market jejaring sejuah 500  meter. Sedangkan di Bantul, berdasarkan Raperda yang ada, lebih jauh dari itu.

Dengan  Perda yang telah diberlakukan sejak Tahun 2018, di Madiun ternyata antara toko modern dengan pasar tradisiional yang ada bisa berkembang dengan baik. Artinya toko modern dan pasar tradisiional sama-sama dibutuhkan masyarakat dan memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah. Kedua tempat perbelanjaan itu sama-sama banyak pengunjungnya dan mempunyai pangsa pasar.

"Maka untuk di  Bantul, ada semacam wacana bahwa jarak antara lokasi toko modern dengan pasar tradisional bisa disamakan dengan yang diberlaku di Madiun,” jelas Wildan.

Namun, lanjut Wildan, di sisi lain pembunganan fisik pasar tradisonal di Bantul diharapkan lebih representatiif dan tidak asal asalan sehingga tepat guna  untuk kenyamanan pedagang dan pengunjungnya serta meningkatkan perekonomian masyarqkat,” katanya.

Selama ini, tandas Wildan, Komisi B DPRD Bantul menilai bahwa pembangunan fisik pasar tradisional di Bantul banyak yang tidak atau kurang representatif dan cepat rusak. Akibatnya pedagang dan pengunjung merasa kurang nyaman.

Dengan alasan  itu, maka pembangunan pasar tradisional dan toko modern di Bantul diharapkan mampu memajukan sektor perdagangan dan pariwisata. (Supardi)

 

 

 


share on: