Yogyapos.com (BANTUL) - Di tangan seorang kreatif, suatu hal yang dianggap sepele oleh sebagian orang, seringkali justru membuahkan hasil yang positif dan mendatangkan keuntungan signifikan. Hal itulah dibuktikan oleh Sri Barjini (38) warga Jambidan Bantul yang juga begabung pada Bank Sampah Berdikari Perumahan Graha Somenggalan Jambidan Banguntapan Bantul. Ibu rumah tangga ini sekarang berhasil memproduksi atau berbudidaya berbagai tanaman dengan sistem Kokodama alias memanfaatkan lumut sebagai media tanam.
“Awalnya pada tahun 2018, saya hanya coba-coba, eh ternyata bisa. Tanaman bisa dibudidayakan dengan media limut dan hasilnya cukup lumayan karena harga jualnya Rp 25.000 hingga ratusan ribu per batang (buah). Maka kini saya terus mengembangkan usaha itu,” kata Sri Barjini, saat ekpose Bank Sampah tersebut, di Jambidan Bantul, Rabu (4/3/2020).
Ia menjelaskan, Kokodama memang banyak disukai konsumen dan pihaknya juga beriklan dengan cara ikut berpameran serta memasarkannya secara manual maupun online.
Berbudidaya tanaman dengan median lumut lebih praktis dan irit biayanya dibanding menggunakan pot dan tanah sebagai mediannya. Ini karena harga pot jauh lebih mahal dibandingkan dengan lumut. Dengan koke dama potnya cukup memergunakan tali dari bekas bagor (kantong goni) dengan cara untuk mengikat lumut.
"Ya, saya akan terus mengembangkan usaha ini untuk melestarikan alam sekaligus mengais rejeki,” kata Sri Barjini sambil meragakan cara berbudidaya tanaman koke dama kepada wartawan.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Berdikari Perumahan Graha Somenggalan Jambidan Bangutapan Bantul, Yomi Windriasmi menuturkan pihaknya sejak sekitar dua tahun terahir memproduksi sabun alami dengan menggunakan bahan-bahan alami yang seringkali mubazir hanya dijadikan sampah.
"Sabun produk dari bank sampah ini relatif laku dipasaran meski.masih terbatas pada kalangan tertentu. Setidaknya per bulannya saya mampu membuat 200 sabun dengan harga Rp 500 per buah. Ini lumayan laku kok,” tutur Yomi yang bertekad melalui sabun ini bisa ikut menjaga kelestarian lingkungan.
Usaha yang dilakukan oleh bank sampah ini juga melibatkan para ibu rumah tangga yang ada di sekitarnya dengan maksud menjaga kelestarian lingkungan sekaligus untuk meraih uang. (Supardi)
