KML Demi Bubasaja Sinergi Tanpa Henti

share on:
Pengurus inti KML usai acara bukber || YP-ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Komunitas Minggu Legi (KML) adakan bukber di rumah Dr Akhir Lusono yang bertindak sebagai ketua, Rabu, 29 Syawal 1447 H /18 Maret 2026. 

BACA JUGA: Ternyata, Aku Cuma Punya Puisi

Kendati hanya di hadiri pengurus inti acara yang dihelat kecil-kecilan itu sangat bermakna. Karena selain diisi dengan ngobrol santai juga menggagas adakan kegiatan. Kegiatan yang digagas adalah Olimpiade Budaya Jawa. Disingkat dengan Bubasaja yakni Budaya Bahasa Dan Sastra Jawa. Rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli atau Agustus 2026 mendatang.

BACA JUGA: Monjali Siapkan Kolam Pemancingan dan Lomba Burung, Target 500 Pengunjung Per Hari

"Kegiatan akan kami disain seperti yang pernah kami lakukan beberapa tahun yang lalu. Karena terhenti dan tidak dimendapatkan restu maka kami adakan lagi. Terdiri dari tiga kegiatan utama. Kegiatan utama tersebut adalah: pagelaran sastra Jawa, Pawai Budaya dan lomba-lomba", jelas Akhir Lusono.

Sholat magrib berjamaah || YP-ist

Komunitas Minggu Legi sebenarnya telah berdiri cukup lama. Bahkan awal covid 19 justru di jadikan momentum untuk mengawali kegiatan komunitas yang bermarkas di Jl. lawet no 02 Kampung Cebongan, Dk 4 Cungkuk, Kalurahan Ngestiharjo, Kapenewon Kasihan, Bantul. Diketuai oleh Dr. Akhir Lusono dibantu Supriyanto sebagai sekretaris dan Denting APN serta penasehat Eko Purnomo dan Marfuanna. Ada juga beberapa anggota yang tergabung di komunitas besutan sastrawan Jawa nyleneh namun formal ini.

BACA JUGA: Ini yang Disampaikan Danrem 072/Pamungkas Menjelang Pindah Tugas share on:

"Dan perlu kami sampaikan bahwa komunitas ini sudah mendapatkan Nomer Induk Kebudayaan: 07-21-01693. Dikeluarkan oleh Kundha Kabudayan Kab. Bantul," terang alumni ISI, UST dan UII Yogyakarta ini.

Komunitas Minggu Legi berharap bisa menjadi kantung budaya di D.I. Yogyakarta diantara banyaknya kantung Budaya yang lain yang bertebaran di Yogyakarta. Kegiatan yang dilakukan sudah secara intens dan terekam dibeberapa media massa konvensional atau main stream maupun plat form digital medsos. Komunitas yang telah pernah mengundang nama-nama beken antara lain Prof. Suwardi Endraswara, Mustofa W Hasyim, Abdul Halim Muslih, Dr. Ratun Untoro, Khocil Birawa, Yanatun Yunadiana, Hery Maryatmo dan beberapa lain. 

BACA JUGA: Jelang Lebaran, Kemnaker Koordinasikan Mudik Gratis bagi 12.690 Pekerja dan Ojol

Akhir Lusono selain dikenal sebagai Aparatur Sipil Negara, Dosen juga Sastrawan Jawa. Memang potensinya multidisipliner. Berbagai aktivitas dilakukan. Kini dia juga bertekad untuk mengabdikan diri kepada Budaya, Bahasa Sastra Jawa. (*)


share on: