'King Argentin' Sabet Juara 1 Balap Kuda IHR-Indonesia Derby 2025

share on:
Balap kuda IHR Indonesia Derby 2025 yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul DIY, Minggu (27/7/2025) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Kuda King Argentin dari King Halim Stable milik Kusnadi Halim asal Jawa Barat meraih Juara 1 lomba balap kuda Indonesia's Hours Racing (IHR) Indonesia Derby 2025, di Kelas 3 tahun Derby jarak tempuh 2.000 Meter, yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul DIY, Minggu (27/7/2025).

Dengan demikian kuda ini berhasil mengukir sejarah baru juara Triple Crown Indonesia melalui Indonesia Horse Racing (IHR) - Indonesia Derby 2025.    

BACA JUGA: Tour de Merapi #2025, Seribu Peserta Nikmati Belasan Destinasi Wisata

Pertarungan bergengsi penuh persaingan ketat dan memperoleh sambutan gemuruh para penonton kali ini, pada race ke-XVII diikuti 12 ekor kuda. Sedangkan peraih juara 2 pada kelas ini diraih Kuda Princess Gavi dari stable sama yaitu King Halim Stble milik Kusnadi Halim Jabar. Sebagai juara 3 Kuda Romantis Spartan dari San Marino Stable milik Muhammad Ikhsan Sumatera Barat.

Juara 1, 2 dan 3 masing-masing memperoleh Piala dari SARGA.CO dan hadiah uang sebeasr Rp 300.000.000. Penyerahan hadiahnya dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP PORDASI 2024/2028, Aryo P.S Djojohadikumo.

Dalam event yang diadakan setelah dilangsungkanya IHR- Triple Crown Serie 1 pada April 2025 dan IHR-Triple Crown Serie 2 pada Mei 2025 kali ini diikuti oleh sekitar 165 ekor kuda dari berbagai wilayah secara nasional. Jumlah aeluruh race ada sebanyak 18.

BACA JUGA: Refleksi Hari Anak Nasional: Ironi Digital, dari Lapangan ke Layar

Sedangkan pada kesempatan sama pacuan ini untuk kelas 4 tahun A/B jarak tempuh 2.000 Peter Piala Pertamina, diikuti 8 ekor kuda.Sebagai juara 1 adalah Kuda Naga Sembilan dari Reo Stone Stable Jakarta milik R. Bagus. Juara ke 2 adalah Kuda King of Istana dari Istana Stable Jatim milik H. Yusron. Juara 3 dipegang oleh Kuda War Kudeta asal King Halim Stabel Jabar milik Kusnadi Halim. Juara 1, 2 dan 3 masing-masing mendapatkan hadiah Rp 75.000.000.

Menurut Ketua Umum PP PORDASI Aryo PS Djojohadikusumo, IHR-Indonesia Derby 2025 menjadi kejuaraan pemuncak dalam penentuan gelarTriple Crown Indonesia.

BACA JUGA: FLOQ Sponsor Resmi Debry 2025 Buka Akses Aset Indonesia

Dengan tampilnya Kuda King Argentin, sebagai pemenang Triple Crown Serie 1 dan Serie 2, maka Indonesia lahir peraih ketiga gelar paling bergengsi di pacuan kuda. King Argentin dapat keluar sebagai pemenang di Kelas 3 Tahun Derby 2.000 meter di IHR-Indonesia Derby 2025.

Selbrasi juara || YP-Supardi

"Sebanyak 165 kuda terbaik Indonesia berlaga di IHR-Indonesia Derby 2025 kali ini, faktanya mampu membangkitkan dan memajukan dunia balap kuda bahkan industri kuda secara nasional salah satunya menjadikan harga kuda naik. Bahkan adanya ivent ini mampu memperkuat Indoneisia untuk event tingkat Asean," kata Aryo P.S saat jumpa pers.

BACA JUGA: Kejati DIY Sita 34 Dokumen dari Kantor Kominfo Sleman, Usut Dugaan Korupsi

CEO & Co-Founder SARGA.CO Aseanto Oudang, menyebutkan melalui IHR-Indonesia Derby dengan hadiah toral.Rp 1,2 miliar  kali ini merupakan salah satu kejuaraan pacuan kuda paling utama dan terbesar dalam kalender IHR 2025. Ini mampu meningkatkan dan membangkitkan masyarakat terhadap pacuan kuda dan industri kuda.

"Bekerjasama dengan PP PORDASI, kami sangat bersemangat  dalam  penyelenggaraan event ini yang nyatanya dapat berjalan lancar dan meriah serta profesional.

Pada kesempatan sama Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Seksi Pacuan PP. PORDASI, M. Munawwir, menyatakan, dengan diselengarakanya pacuan ini bersama SARGA GO, menjadikan penyelenggaraan pacuan kuda semakin profesional dan maju pesat.

BACA JUGA: Kapolres AKBP Novita Eka Sari Peduli, Salurkan Air Bersih dan 60 Bis Beton

"Itu ditandai adanya kesuksesan beberapa  pacuan yang sudah dilaksanakan. Kali ini juga lancar dan profesional sehingga dunia pacuan kuda semakin baik pula.

Usai bertanding, Pelatih Kuda King Argentin, Jemmy Buntu, menuturkan, Kuda King Argentin dan Kuda Princese Gavi sama-sama mempunyai kualitas. Hanya saja mempunyai karakter yang agak berbeda. Dengan teknik melatih yang baik dan disesuaikan dengan karakter kuda, maka keduanya berhasil meraih preatasi.

Di kesempatan ini, Kusnadi Halim, ketika diminta kmomentarnya, menuturkan, pihaknya tidak berkomentar panjang, namun harapanya dunia pacuan kuda nasional naminya dapat semakin maju dan kuat. (*/Spd)


share on: