Kiai NU PPP DIY Minta Formatur Amanati Alouvie Ketua DPW

share on:
Alouvie Ridhya Mustafa SH MH diantara para Kiai NU || YP-Yuliantoro

Yogyapos.com (YOGYA) - Para Kiai NU PPP DIY meminta Tim Formatur bertindak cermat dalam menentukan kepengurusan DPW PPP DIY. Tim Formatur harus memperhatikan aspirasi arus bawah konstituen PPP. DPP juga jangan melakukan intervensi  berlebihan yang bisa merugikan PPP.

“Kiai Kiai NU PPP DIY menilai sosok yang tepat memimpin PPP DIY adalah Alouvie. Kami minta Tim Formatur memberi amanat kepada Mas Alouvie yang saat ini Ketua PW GMPI DIY,” tegas Drs KH. Abdullah Hadzik Fauzan, Pimpinan Pondok Pesantren Al Ikhlas Berbah, Sleman, Selasa (22/6/2021).

Kiai NU DIY yang mendukung Alouvie Radya Mustofa SH MH antara lain: KH Haedar Muhaimin (Gus Kendar) dan KH Hilmi Muhammad (Gus Hilmi) PP Krapyak Yogyakarta, KH Hasan dan Gus Nur dari PP Mlangi, KH Agus Masruri PP Al Muhdi Krapyak Lor Sleman, KH Nurjamil Dimyati PP Tempel Sleman, KH Damanhuri (PCNU Bantul), Gus Muntaqo PP Al Fitroh Pleret Bantul, KH Heri Kuswanto PP Lintang 9 Piyungan dan lain lain.

Lebih lanjut Kiai Hadzik - panggilan akrab Abdullah Hadzik Fauzan – menyatakan, Alouvie merupakan sosok tepat untuk memimpin PPP DIY. Ketua PW GMPI DIY itu selain memiliki kemampuan memimpin, visioner, akomodatif, juga sosok yang dekat dengan kiai, ulama ustadz baik NU maupun Muhammadiyah.

“Dekat Kiai ulama itu point penting. Bisa menyatukan umat dan konstituen yang ada di PPP DIY,” tandasnya.

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh KH Haedar Muhaimin atau Gus Kendar. Dalam pandangan Gus Kendar, sosok Alouvie  sudah berjuang keras bahu membahu, bersama kaum muda tua, militan grass root, banom GPK, GMPI, AMK, WPP, laskar, tokoh, merangkul kembali dalam wadah PPP.

“Atas restu Kyai NU/para Gus dan ustadz Muhammadiyah, juga para mantan ketua DPW sebelumnya Drs H Alfian Darmawan (1996-2001), dr H Fauzi  AR (2001-2006), HM Sukri Fadholi SH. (2006-2016), kantor DPW PPP DIY di Badran Yogyakarta yang sejak 2016 fakum, maka per tgl 10 Januari 2020 kantor DPW PPP DIY bisa aktif kembali.  

Oleh karena itu baik Kiai Hadzik maupun Gus Kendar mengatakan,

sudah sepantasnya DPP bersama formatur menghargai perjuangan tersebut. Diingatkan pula, DPP jangan terlalu ikut campur apalagi intervensi menentukan ketua DPW PPP DIY. "DPP harus mendengar aspirasi lokal. Jangan hanya berdasar standar DPP saja. Bahkan menabrak AD ART/PO sendiri tanpa mendengar aspirasi lokal,” tegas Kiai Hadzik lagi.

Menurut Kiai Hadzik, para kiai di Yogyakarta memandang hanya ada dua pilihan, yaitu PPP DIY akan tumbuh besar dan bangkit kembali atau mengikuti kehendak oknum DPP memaksakan memilih ketua DPW nya. Dan itu, dipastikan perpecahan akan terulang kembali untuk kesekian kalinya. (Yuliantoro)

 


share on: