Ketoprak 'Galuh Condro Kirono Golek Konco' Disambut Antusias Warga Canden

share on:
Salah satu adegan dalam pentas ketoprak 'Galuh Condro Kirono Golek Kencono’, di Dusun Sraten Canden Bantul, Sabtu (08/1/2022) || YP-Supardi8

Yogyapos.com (BANTUL) - Luar biasa! Itulah yang pas disampaikan kepada para pengampu Dusun Sraten Kalurahan Canden Kapanewon Jetis Kabupaten Bantul. Betapa tidak, di tengah pandemi masih sanggup ‘nguri uri’ seni budaya tradisional, menggelar pementasan ketoprak dan gejog lesung. 

Gelaran pada Sabtu (08/1/2022) ini pun mendapat apresiasi dari pihak Pemerintah Desa setempat dan masyarakat pada umumnya. Mereka merasa terhibur. Terbukti warga berduyun datang ke lokasi untuk menikmatinya, dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan.

“Ini merupakan tekad kami bersama warga untuk mendukung keistimewaan DIY dan memberikan hiburan serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” kata Lurah Canden yang juga selaku Ketua I Forum Kesenian Ketoprak Bantul, AKBP (Purn) Beja WTP SH MH, di sela berlangsungnya pentas Ketoprak Mataram ini, di Sraten Canden Jetis Bantul.

Menurutnya, potensi seni budaya ketoptak Mataram merupakan kekayaan budaya bangsa umumnya dan Jawa khususnya. Kekayaan dimaksud merupakan budaya adiluhung yang sarat dengan pitutur pendidikan dan cipta rasa dan karsa.

“Dengan alasan itu pihaknya akan selalu berupaya agar ketoprak dan gejog lesung bisa tetap lestari,” tukas Beja. 

Sementara itu, menurut Sutradara Ketoprak Ki Purwantono, pentas ketoprak Mataram ‘Galuh Condro Kirono Golek Kencono’ atau ‘Panji Sumirang Asmara Tata’ ini diusung oleh Paguyuban Ketoprak Agung Budoyo Sumberagung Jetis. Didukung para pemain gabungan dari berbagai kalurahan di Jetis Bantul. 

“Dalam ceritera ini, proses Galuh Condro Kirono (Putri Kerajaan Kediri dipersunting oleh Panji Asmoro Bangun memperoleh halangan dan saingan dari pihak lain yang berwatak angkara murka dan menghalalkan berbagai cara.

“Namun pada akhirnya Panji Asmara Bangun berhasil mempersunting Galuh Candro Kirono,” tuturnya. “Jadi, intinya, segala bentuk angkara murka akan kalah dengan kebajikan,” sambungnya. 

Menurut Kasi Lembaga Budaya Dinas Kebudayaan (Kundho Kabudayan) Bantul, Dra Budiyah mewakili kepala Dinas Nugroho Eko S, pentas budaya dan pelastarian budaya sangat penting dan perlu diagendakan rutin. (Spd/Met)

 


share on: