Yogyapos.com (YOGYA) - Anggota DPD dari DIY, Dr H Hilmy Muhammad MA mengaharapkan mudik Idul Fitri 1443 Hijriyah dimanfaatkan untuk kegitan yang positif dan bermanfaat. Bukan untuk euforia yang cenderung mendatangkan mudlarat, merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
“Kita semua bersyukur bahwa Pemerintah sudah membolehkan masyarakat mudik ke kampung halam masing-masing, tanpa ada penyekatan-penyekatan. Pada dua kali lebaran tahun sebelumnya terpaksa harus ada penyekatan. Makanya mudik 1443 H ini harus dimanfaatkan ke hal-hal positif, silaturahmi ke sanak famili,” harap Gaus Hilmy kepada yogyapos.com, Kamis (28/4/2022).
Gus Hilmy menyebutkan kegiatan positif antara lain silaturahmi kepada orangtua, guru (ulama), sanak saudara dan yang lainnya untuk memupuk kerukunan dan takzim (menghormati) serta tholabul ilmi (mencari ilmu).
Salah satu contohnya jangan sampai di perjalanan pemudik justru sibuk dengan handphonnya untuk hal-hal tidak penting. Tapi sebaliknya lebih positif jika dibuat nuansa berkomunikasi dengan sesama sehingga akan terjadi interaksi positif pula.
Sementara itu menyinggung tentang vaksin dosis 1 dan 2, itu adalah karena darurat. Sedangkan booster juga merupakan persyaratan yang diberlakukan bagi pemudik silahkan saja. “Namun sebaiknya gunakan vaksin booster yang halal yang telah mendapatkan ligalitas,” lanjut Gus Hilmy.
Dijelaskan, booster diperlukan karena para pemudik akan berinteraksi dengan sesama pemudik dan sanak saudara di kampung halaman. Meskipun tidak diberlakukan pembatasan, namun prokes juga harus diperhatikan dengan cara prokes memakai masker. Itu semua diperlukan, karena melindungi umat juga termasuk merupakan kewajiban pemerintah demi kemaslahatan masyarakat.
Idul Fitri 1443, pungkas dia, merupakan momentum baik untuk peningkatan kualitas pribadi, kelompok, bangsa bahkan seluruh umat manusia. (Spd)
