Kegiatan Pentas Seni Budaya Dinas Kebudayaan Bantul Dialihkan ke Daring

share on:
Kantor Dinas Kebudayaan Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sejak wabah pandemi Covid-19 merebak, kegiatan pentas seni dan budaya di Bantul dilakukan secara daring dan disiarkan melalui Youtube, radio maupun televisi. Langkah ini diambil karena pementasan secara langsung di atas panggung dan gedung kesenian akan melibatkan banyak penonton, yang dikhawatirkan berpotensi menimbulkan klaster baru.

“Semula kami merencanakan banyak pentes seni budaya secara langsung. Tetapi sesuai dengan ketentuan dan berkenaan dengan pandemi, maka sejak ahir Maret hingga 31 Desember 2020 mengalihkannya  melalui daring,” kata Kepada Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Stianto,” kepada yogyapos.com, di Bantul, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, rencana semula setidaknya mengadakan pentas wayang kulit langsung 26 kali. Pentas sandiwara (drama), ketoprak dan yang lainnya 150 kali. Itu semua dalihkan dipentaskan di dunia maya dan jumlahnya juga berkurang. Pembiayaannya mempergunakan dana keistimewaan dari PANI RADIYA PATI (Perencana Danais). Lembaga ini memutuskan pentas seni budaya harus dialihkan dengan sistem daring.

"Menurut rencana pentas seni  mempergunakan anggaran sebesar Rp 16 miliar. Namun karena adanya pengalihan dana anggaran dilaihkan ke penanganan Pandemi Covid -19, maka.anggaran yang tersedia menurun menjadi sekitar Rp 9.530.000.000,” tambah Nugroho.

Tentang rencana program kerja pentas seni budaya oleh Kundha Kabudayan Bantul untuk tahun 2021, masih dalam pembahasan. Ini juga harus menyesuaikan dengan perkembangan pandemi. (Supardi)

 


share on: