Yogyapos.com (BANTUL) - Kamal Firdaus tidak saja Advokat senior tetapi juga mentor, guru, orang tua, teman dan payung bagi banyak praktisi hukum di Yogyakarta. Peran dan kepeloporannya sampai di tingkat nasional, berteman dari AH Nasution sampai Gus Dur, tetapi tetap sederhana dan bersahaja menjalani hidup.

Demikian disampaikan Ketua Persaudaraan Advokat Yogyakarta, Aprilia Supaliyanto MS SH, saat melepas jenazah sosok multiperan Kamal Firdaus SH di rumah duka Jeruk Legi Banguntapan Bantul, Selasa (14/1/2025). Jenazah Kamal dimakamkan di Kuncen Wirobrajan Kota Yogyakarta.
Advokat Aprilia Supaliyanto SH memberikan sambutan atas nama keluarga dan rekan profesi saat pelepasan jenazah
Akrab disapa Bang Kamal, sosok berambut putih pirang yang juga Ketua Dewan Penasehat Peradi Bantul ini sebetulnya, secara diam-diam, lebih suka dipanggil Firdaus. Dalam blog pribadinya, Bang Kamal menulis:
Seingat saya hanya 3 orang di dunia ini yang memanggil saya dengan panggilan FIRDAUS. Yang satu Pak Nas (Jenderal Besar AH Nasution), satunya lagi Gus Dur (Presiden RI ke-4), yang ketiga Pak Alwi Shihab (yang pernah jadi Menteri Luar Negeri). Sementara 2 cucu saya, Azka dan Alesha, memanggil saya dengan panggilan PAPA dan kadang PAPA KAMAL.

Bang Kamal menyimpan dan memperhatikan dokumen sejarah. Sekian banyak dokumen penting ada di perpustakaan pribadinya. Ia pernah merasakan sedih saat bukunya dipinjam dan hilang tak kembali. Terkait sejarah LBH Yogyakarta, yang sempat dipertanyakan, Bang Kamal tegas menulis sebagai bagian dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI):
Namun demikian, seperti dalam banyak peristiwa lainnya,sejarah selalu diabaikan, "disembunyikan" atau bahkan diputar-balikkan. Bisa disengaja bisa juga karena kebanyakan dari bangsa kita (termasuk kaum terpelajar!!) memang tidak menghargai dan menganggap tidak penting apa yang dinamakan sejarah. Suatu peluang, dari sejumlah peristiwa, untuk melenggangnya "pahlawan kesiangan". Dan saya saksi hidup yang merasakan serta mengalami langsung fenomena itu....

Begitulah Kamal Firdaus. Sosok keras berhati lembut yang kemarin (Senin, 13/1/2025) telah dipanggil kembali. Banyak kalangan merasakan kehilangan. Hadir dalam pelepasan jenazah Bang Kamal antara lain Ketua Lembaga Pembela Hukum (LPH) Yogya Triyandi Mulkan SH, Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogya Prof Edy Suandi Hamid, Tri Wahyu KH dan Baharddun Kamba (aktivis anti korupsi Yogyakarta), Ketua PWI Yogyakarta Drs Hudono SH, serta para Advokat dan sejumlah seniman.
Lebih dari seratus karangan bunga antara lain dari aktivis 98Dadang Juliantoro, Anggota Komisi III DPR RI Benny Kabul Harman, Zaenal Ariifin Mochtar, Kantor Hukum Litigan Zulfikri Sofyan-Ivan Bert, dll. (Iud)
