Kadisparpora Batang: Bangun Wisata dengan 3A2K

share on:
Kadisparpora Kabupaten Batang Wahyu Budi Santosa dan CEO PT Ambhara Duta Shanti, Agus Budi Raharja diapit Kades Pasusukan dan pendamping || YP-Ist

Yogyapos.com (BATANG) - Masa pandemi Covid-19 menyadarkan kita semua tentang perlunya destinasi yang berkarakter berbasis alam dan budaya. Sebuah destinasi yang mampu hidup dan menopang kebutuhan masyarakat karena menyatu dengan dinamika keseharian. Kabupaten Batang yang tengah mengembangkan kawasan industri dan wisata membuka diri bagi keterlibatan pihak ketiga untuk memberdayakan potensi yang bertebaran di penjuru desa. Termasuk diantaranya pembangunan infrastruktur internet yang mampu memayungi pengembangan semua potensi yang dimiliki Batang.

Demikian benang merah diskusi antara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santosa SSos MM dan CEO PT Ambhara Duta Shanti (ADS) Agus Budi Raharjo di ruang kerja Kadisparpora, Senin (9/11/2020) siang.

Lebih jauh ditekankan, dengan potensi yang dimiliki, bukan hal mustahil Batang akan memainkan peran penting dalam peta kepariwisataan nasional. “Kami sudah membuat road map 20 tahun menuju Batang sebagai The Heaven of Asia. Oleh karena itu, kami mempersiapkan betul beberapa kawasan strategis sebagai andalan,” tandas Wahyu.

Disparpora Batang menekankan pentingnya keterlibatan dan dukungan masyarakat. Selain harus mempertimbangkan betul keberadaan unsur akses, amenitas dan atraksi, tak boleh juga dilupakan adanya unsur komitmen dan kerja sama. Artinya, membangun desa wisata dan destinasi tanpa memperhatikan 3A2K sering tak mampu bertahan lama.

Menanggapi hal tersebut CEO PT Ambhara Duta Shanti, Agus Budi Raharjo, mengatakan pihaknya siap mensuport upaya pemberdayaan potensi masyarakat Batang. “Salah satu komitmen yang kami tawarkan adalah kerjasama pembangunan smart village di Desa Pasusukan, Bawang, Batang. Dengan membangun infrastruktur internet, kami berharap selain bisa mengurangi beban masyarakat akibat meningkatnya belanja kuota, juga menjadi pintu pembuka optimalisasi potensi pariwisata desa,” tandasnya.

Dengan adanya Pasusukan Smart Village, imbuhnya, akselerasi pembangunan desa bisa digerakkan. “Desa melalui Bumdes bisa lebih berperan dalam mengelola potensi desa sekaligus menyediakan beragam layanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Pasusukan, Drs Nur Alip mengatakan kesadaran warganya untuk membangun desa sangat tinggi. Antusiasme warga untuk membangun Pasusukan Smart Village sangat tinggi. Selain karena adanya kesadaran, juga keinginan untuk memiliki desa yang maju, makmur dan sejahtera.

“Kami memiliki potensi alam, budaya, wisata, sosial kemasyarakatan dan sejarah yang komplit. Jarak tempuh ke Dataran Tinggi Dieng yang semakin cepat, mendorong kami untuk segera memberdayakan potensi,” tandasnya.

Hadir dalam pertemuan itu Wahjudi Djaja dan Cunduk Bagus S (PT ADS), M. Sjarifudin Manajer Bumdes Lestari, sekretaris dan perangkat desa Pasusukan, Nasihin dari lembaga desa dan Suyatno dari Pokdarwis. (Iud)

 

 

 

 


share on: