Kadispar Sleman Arahkan Pengentasan Kemiskinan Melalui Desa Wisata

share on:
Pelatihan manajemen pengelolaan desa wisata di Resto Gupit Indah Sidomulyo Godean || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pariwisata adalah lokomotif pembangkit potensi masyarakat yang efektif. Selain mampu menggerakkan masyarakat untuk membuat destinasi atau desa wisata, langkah itu bermanfaat untuk mendukung program pengentasan kemiskinan. Asal dikelola dengan benar, potensi pariwisata secara langsung bisa meningkatkan perekonomian.

Demikian pesan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Yazid SH saat membuka Pelatihan Manajemen Pengelolaan Desa Wisata Kalurahan Sidomulyo Godean Sleman, Senin (31/10/2022). 

Terkait pendekatan yang digunakan Dispar Sleman dalam memberdayakan potensi pariwisata, Yazid memaparkan community based tourism atau pembangunan pariwisata berbasis masyarakat.

Makam Kyai Wirojombo Dono di Gancahan Sidomulyo Godean || YP-Wahjudi Djaja

“Kita dampingi masyarakat dalam mengidentifikasi potensinya. Apalagi sedang terjadi pergeseran minat wisatawan yang menempatkan desa sebagai tujuan kunjungan,” tandasnya.

Di situlah, lanjutnya, masyarakat bisa membangun interaksi langsung dengan para wisatawan. Dapat membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif, UMKM dan beragam usaha pariwisata.

Sementara itu Muhammad Zuhdan SPd MAp, anggota DPRD Sleman dari Fraksi PKS dalam pemaparannya menyampaikan perlunya belajar dari berbagai usaha pariwisata yang ada terkait manajemen pengelolaannya. “Usaha pariwisata mulai kedai kopi yang berskala kecil bisa bertahan karena didukung dengan manajemen yang benar. Apalagi desa wisata Sidomulyo yang memiliki beragam jenis potensi, tentu harus didasari dengan pemahaman yang benar tentang manajemen,” tuturnya.

Sedangkan Wahjudi Djaja SS MPd dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) yang menjadi narasumber menekankan pentingnya membangun kesadaran dan kepedulian. “Sadar potensi menjadi kata kunci pengembangan desa wisata. Karena dengan kesadaran itu akan membangkitkan rasa handarbeni dan mencintai. Jika para pengelola wisata tidak bangga dengan segala potensinya, jangan harap pengembangan desa wisata bisa berjalan,” tandasnya.

Potensi yang dimiliki Kalurahan Sidomulyo, lanjut dosen STIEPAR API Yogyakarta ini, selain berbasis alam juga berdimensi budaya dan sejarah dengan memiliki narasi yang kuat.

“Keberadaan makam Kyai Wirojombo Dono yang merupakan keturunan Sinuwun Paku Buwono I dari garwa selir, bisa dijadikan jalan masuk pemberdayaan potensi wisata Sidomulyo selain Embung Gagak Suro. Ini akan menjadi identitas dan pembentuk karakter desa wisata Mulyo Asri,” ungkapnya menjawab pertanyaan peserta pelatihan.

Dalam sambutan pengantarnya, Lurah Sidomulyo Rustho Busono menyampaikan terima kasih atas dukungan Dinas Pariwisata Sleman dalam mengangkat potensi Sidomulyo.

“Harapan kami, agar terbangun kesadaran dan sinergi positif antara Pokdarwis Mulyo Asri dengan pendamping dan Dinas Pariwisata Sleman,” pesannya. (Iud)

 


share on: