Jelang 2024, Ajang Festival Rawan Intervensi Kepentingan Politik

share on:
Penampilan Ari Wulu Cs dalam pembukaan JFFE 2022, Kamis (24/11/2022) di Pendhapa Ambarrukmo || YP-Sulistyawan Ds

Yogyapos.com (SLEMAN) - Memasuki tahun politik, ajang Festival menjadi gelaran yang sangat seksi untuk dimanfaatkan sebagai  ajang kampanye. Oleh karena itu, para pegiat Festival mulai menyusun strategi bersama agar sejumlah elit politik yang punya kepentingan tidak serta merta melakukan intervensi.

Kanjeng Pangeran H aryo (KPH) Purbodiningrat selaku Penasehat Jogja Festivals mengingatkan, gelaran Pemilu 2024 sudah semakin dekat waktunya. Saat ini tahapan Pemilu sudah berlangsung, sehingga hal tersebut harus bisa menjadi catatan semua pegiat Festival terhadap penjadwalan Festival yang akan dilangsungkan tahun ini sampai tahun 2024. Sebab, mendekati Pemilu 2024  perijinan yang berhubungan dengan mendatangkan massa akan sulit diperoleh.

Ketua Jogja Festivals Heri Pemad || YP-Sulistyawan Ds

“Tahun 2024 itu Pemilu yang sangat kompleks dan pertama kalinya kita laksanakan. Sebab, ada Pemilu serentak mulai Pemilu Legislatif, Pilpres dan Pilkada, sehingga dalam satu tahun kita akan disibukkan dengan urusan politik. Untuk itu, sebagai pelaku wisata hal tersebut  silahkan diantisipasi,” ujar Kanjeng Purba dalam sambutannya ketika membuka Forum JFFE 2022 di Pendhapa Ambarrukmo, Kamis (24/11/2022 ).

Selanjutnya Kanjeng Purbo menyampaikan, terwujudnya regulasi tentang  penyelenggaraan festival di Yogyakarta harus segera direalisasikan agar cita-cita menjadikan Yogyakarta sebagai Kota Festival dapat segera terwujud.

Sehubungan dengan peringatan Kanjeng Purbo tersebut, Heri Pemad selaku Ketua  Jogja Festivals menyampaikan,  peringatan yang disampaikan Kanjeng Purbo dinilai ada benarnya dan menjadi penting bagi para penyelenggara Festival. Meskipun sampai saat ini mereka hanya fokus untuk berkesenian saja.

“Teman-teman penyelenggara festival ini mau tidak mau mesti mensinergikan, baik secara waktu, konten supaya semua aman. Terutama untuk festival-festival besar sangat riskan untuk “dimanfaatkan” oleh beberapa pihak yang punya kepentingan politik,” ujar Heri.

Penasehat Jogja Festivals, KPH Purbodiningrat || YP-Sulistyawan Ds

Ditambahkan Heri, gejala ‘ menunggangi’ event festival untuk kepentingan politik ini sudah berlangsung sejak lama. Bentuknya macam-macam mulai dari sekedar keinginan pasang spanduk, pasang baliho sampai dengan masuk ke dalam konten festival. Namun, untungnya para pegiat festival sampai saat ini masih punya  visi yang sama  untuk tidak tergiur tawaran-tawaran yang merusak tata nilai dan konsep festival yang mereka selenggarakan.

“Jangankan  tawaran politik, wong sponsor saja kalau kita rasa terlalu dalam  melakukan intervensi ya kita tolak. Sebab, kita punya koridor-koridor tertentu  yang tidak bisa begitu saja diintervensi,” tandas Heri.

Oleh karena itu Heri menilai, peringatan Kanjeng Purba sebagai upaya  agar kualitas Festival tidak menurun meskipun berlangsung di tahun politik. Untuk itu, para penyelenggara Festival ini telah menyusun strategi bersama. Minimalnya selain meli ndungi juga saling mengingatkan bahwa festival itu sangat seksi  dan sangat strategis untuk dimanfaatkan untuk  kepentingan politik. Apalagi, bentuk kampanye politik itu sangat dekat dengan event serta pola pengumpulan massa.

Heri mencontohkan, seorang seniman bisa turun kualitasnya sebagai seniman gara-gara hanya menuruti nafsu politik kelompoknya. Oleh karena itu pada prinsipnya para pegiat festival ini selalu waspada agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

“Meskipun mereka membandrol dengan harga tinggi, tetapi kami ini masih punya harga diri. Saya yakinkan, para pelaku festival yang tergabung dalam Jogja Festival ini adalah para pelaku yang punya pendirian. Mereka ini benar-benar pelaku yang tidak semata-mata untuk kepentingan bisnis. Mereka menjadi pelaku festival sebagai laku budaya, serta cara berkesenian serta cara mengikapi hidup melalui jalur kesenian. Tidak serta merta karena uang,” tegas Heri.   (Sulistyawan Ds) 

 

 

 

 

 


share on: