Yogyapos.com (YOGYA) – Pemandangan agak berbeda dari hari biasanya terjadi Klenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Yogyakarta, Senin (16/1/2023).
Seminggu menjelang perayaan Imlek 2574, di klenteng Jalan Brigjen Katamso tersebut nampak seratusan orang menjalankan aktivitas membersihkan patung para dewa (rupang) yang ada di dalam, sebagian lainnya menghias dinding luar bangunan dan pelataran dengan rumbai maupun lampion.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-gubernur-diy-berharap-rkpd-2023-dapat-membumi-9449
Ketua Klenteng Gondomanan, Angling Wijaya alias Ang Peng Siang menjelaskan kegiatan bersih-bersih klenteng itu memang merupakan kegiatan tahunan setiap menjelang Imlek.
“Tahun-tahun sebelumya juga demikian, patung-patung selalu diturunkan dari altar dan dicuci atau dijamas menggunakan air kembang. Sehingga saat perayaan Imlek kondisinya sudah bersih untuk perantara sesembahan umat,” ujarnya.
Umat menjamas sejumlah rupang
Menariknya, kegiatan jamasan rupang dan bersih-bersih klenteng itu bukan saja dilakukan oleh umat klenteng. Tetapi juga oleh warga dari sejumlah komunitas, antara lain, Gesoma (Gerakan Sosial Mulia Abadi), ASYB (Alumni SMA Yogyakarta Bersatu), Srili, SIV dan Galang Kemajuan Ladies (GK Ladies) Yogya. Mereka melibatkan diri karena merasa menjadi bagian dari anak bangsa yang menjunjung tinggi kebhinekaan.
Hal itu seperti diungkapkan Ketua Gesoma, Belly Angling Contessa, bahwa rasa kebersamaan sudah terpatri di kalangan anggota komunitas yang dipimpinnya. “Mereka bukan penganut Konghuchu, melainkan beragam agamanya. Tapi mereka toleran ikut membantu sebagai ujud kecintaan sesama bangsa dalam persiapan perayaan Imlek di klenteng ini,” katanya.

Hal senada disampaikan Bayu Hendarta dari ASYB, dirinya mengkordinir seratusan rekan melakukan kegiatan bersama demi kelancaran perayaan Imlek yang jatuh pada 22 Januari mendatang. “Ini ujud kerukunan saling membantu tanpa membedakan,” tukasnya.
Sementara itu, Ang Ping Siang menyatakan pesan Imlek kali ini tetap tak berbeda dengan tahun sebelumnya. Berharap kondisi kebangsaan yang baik, masyarakat beroleh keselamatan dan kemudahan rezeki.
“Kita selalu berharap keselamatan. Di tahun kelinci ini semoga perekonomian lebih baik dan masyarakat makmur. Sesuai sifat kelinci yang lincah tapi lembut, itulah harapannya, kita harmonis setelah melewati ujian pandemi Covid,” ucapnya, singkat. (Temsi)
