Yogyapos.com (BANTUL) - Hujan lebat disertai angin kencang pada Rabu (14/1/2026) malam telah mengakibatkan tanah longsor di Jalan Cino Mati, Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.
BACA JUGA: Korem 072/Pmk dan Basarnas DIY Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana
Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun longsor telah menyebabkan akses jalan lokasi ditutup untuk sementara, dan sempat tidak bisa dilalui kendaraan bermotor roda empat.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hadiyanto membenarkan longsor di Jalan Cino Mati. Terjadi sekitar pukul 22.45 WIB. Material longsoran berupa tanah, batu dan lumpur menutup akses jalan yang menghubungkan antara Kapanewon Pleret dan Kapanewon Imogiri.
BACA JUGA: 13 Siswa SMA Muhi Yogya Bertolak ke Jepang, Ini Tujuannya
"Jadi yang longsor tebing dan material longsoran menutup jalan sehingga sempat tidak bisa dilalui kendaraan bernotor roda empat," terangnya, Kamis (15/1/2026).
Pasca kejadian tanah longsor anggota dari Polsek Dlingo, TNI bersama FPRB Kalurahan Terong dan relawan datang ke lokasi untuk mengevaluasi material longsoran yang menutupi akses jalan.
BACA JUGA: Apel Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Tebing Breksi, Ini Pesan Gubernur
"Tadi malam langsung bisa terkondisi sehingga sudah bisa kembali dilalui," ungkapnya.
Sekretaris BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo mengatakan pasca kejadikan, pihaknya bersama personel TNI, Polri, FPRB, relawan bersama masyarakat gotong royong membersihkan material longsoran.
BACA JUGA: Perkuat Sistem Ekonomi Domestik, Perlu Perombakan Rezim Perdagangan dan Industri
"Selang beberapa jam Jalan Cino Mati sudah bisa dilalui," katanya.
Ia mengingatkan warga yang tinggal di lereng bukit atau perbukitan untuk mewaspadai potensi bencana tanah longsor dan warga yang tinggal tak jauh dari bantaran sungai untuk mewaspadai potensi banjir. (*/red)
