Ingin Kulit Cerah? Lindungi dengan Losion Daun Bayam

share on:
Losion dari daun bayam produk mahasiswa UNY || YP-Deddy Herdito

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kulit cerah menjadi dambaan bagi setiap orang sehingga diperlukan perawatan baik. Kondisi Indonesia beriklim tropis sehingga diperlukan sebuah produk losion yang mampu mengatasi permasalahan kulit kusam akibat paparan sinar matahari dengan intensitas tinggi.

Selama ini banyak losion perawatan kulit yang beredar di pasaran namun tidak menggunakan bahan alami. Hal ini menjadi perhatian sekelompok mahasiswa UNY yang membuat losion tubuh yang baik untuk menjaga elastisitas kulit, kesegaran kulit dan melindungi kulit dari paparan radikal bebas. Produk ini menggunakan senyawa bernama belatein yang berasal daridaun bayam duri sebagai bahan utama.

Mereka adalah Rizki Oktavianto prodi Pendidikan Akuntansi, Ilham Saputra prodi manajemen, Alifia Friska Aryani prodi pendidikan ekonomi,  Fatcul Solikhan prodi pendidikan kimia dan Dwi Nurul Fajriyah prodi kimia.

Menurut Rizki Oktavianto, mereka memanfaatkan bayam duri (Amaranthusspinosus) karena tumbuhan ini masih jarang dimanfaatkan. “Batang bayam duri memiliki kandungan flavonoid dan beliatin sebagai antioksi dan dengan kandungan sebesar 0,098gram/mililiter,” ujarnya, Rabu (15/9).

Antioksida dapat menangkal radikal bebas dan sinar UV yang dapat mengakibatkan kulit kusam hingga kanker kulit sehingga akan merusak penampilan bahkan struktur kulit. Bayam duri biasa tumbuh liar di kebun-kebun, tepi jalan, tanah kosong dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.400 meter diatas permukaan laut dengan suhu udara 25–35oC. Dwi Nurul Fajriyah menambahkan bagian daun dari tumbuhan bayam duri mengandung antioksidan, vitamin A, C, E, niacinamide, glutathione, resveratrol, coenzimeQ1, polyphennols, dan flavonoids yang dapat dijadikan suatu produk losion tubuh dengan bahan dasar alami yang masih jarang dimanfaatkan.

“Losion ini dapat mengatasi kulit kusam karena terdapat kandungan antioksi dan dan menutrisi kulit dengan adanya vitamin E serta membanture generasi kulit dengan memproduksi kolagen,” katanya.

Fatcul Solikhan menjelaskan, losion yang mereka buat dinamai ‘Ercavalin’. Alat yang digunakan dalam pembuatan losion adalah blender, corong buchner, neraca analitik, rotator yevaporator, erlenmeyer, gelas beker, pengaduk, termometer, pisau, baskom, labue vaporator, pompa vakum, penangas air, dan magnetic stirrer withhotplate. Sedangkan bahan-bahan yang diperlukan adalah setil alkohol 2%, lanolin 2%, asam stearat 6%, glisero l4%, triet anolamina (TEA) 0.2%, phenoxyethano l0.2%, ekstrak daun bayam duri 15%, aquades 100%, metano l95%, dan karbon aktif.

“Cara membuatnya dibagi dua tahap yaitu ekstraksi daun bayam duri dan pembuatan losionnya,” ungkap Fatcul.

Sebelum diekstraksi, daun bayam duri segar dipilah sebanyak 500 gram dan dicuci menggunakan air bersih untuk menghilangkan kotoran dan pupuk yang menempel. Daun kemudian dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil yang halus dan direndam menggunakan 2 liter metanol selama 2hari. Larutan campuran alkohol hasil ekstraksi kemudian disaring melalui karbon aktif. Filtrate hasil penyaringan dikeringkan dalam vakum menggunakan Rotatory Evaporator. Filtrate diuapkan menggunakan evaporatordi dalam almari pengering. Pembuatan losionnya dimulai dari mencampur semua bahan, yaitu ekstrak daun bayam duri sebanyak 15%, asam strearat 6%, setil alkohol2%, lanolin 2%, TEA02%, glisero l4%, phonexyethano l0.2%, dan aquades 100%. Masukkan semua bahan kedalam gelas beker dan letakkan didalam penangas air.

Setelah itu dipanaskan sambil diaduk dengan magnetic strirer diatas hotplate. Losion berbahan dasar bayam duri dikemas dalam bentuk botol dengan ukuran 100 ml berkemasan pump yang bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam mengambil produk serta menjaga higienitas isi produk. Desain produk menggunakan kemasan berbahan plastik yang dilengkapi dengan sistem pengunci (lock system) agar isi losion tidak mudah tumpah. Karya ini berhasil meraih dana dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud Ristek dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2021. (Deddy Herdito)

 


share on: